Dibantai Persebaya 4-0, Ini PR Besar Persib Bandung

KALAH LAGI: Pemain Persebaya, Balde saat menembus lini pertahanan Persib dan mencetak Gol. Persib harus takluk 4 gol tanpa Balas di markas Persebaya. Foto: PErsebaya.id

RADARCIANJUR.com – Bertandang ke Gelora Bung Tomo Surabaya kemarin, Persib Bandung terpaksa menelan pil pahit melawan Persebaya Surabaya. Main di bawah tekanan tuan rumah, Maung ditekuk dengan skor akhir 4-0.

Kekalahan Persib tadi malam menguatkan gambaran bahwa Persib jauh dari kata menang. Persib hanya mampu menunjukkan kegagahannya di laga pembuka melawan Persipura pada Sabtu (18/5) lalu. Kala itu, Persib berhasil menekuk Mutiara Hitam dengan skor 3-0.

Namun, pada tiga laga setelahnya, Persib dihajar hasil seri beruntun. Kontra Semen Padang 0-0, skor 1-1 saat menjamu PS Tira Persikabo dan Madura United 1-1.

Berikutnya lebih parah. Persib kalah dengan skor 1-2 melawan Bhayangkara. Tadi malam, kekalahan kembali terpaksa dialami Maung Bandung. Persebaya Surabaya menang telak atas Persib Bandung dengan skor 4-0 dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/7).

Persebaya dan Persib langsung memulai pertandingan dengan saling serang. Tim Tamu bahkan tak ragu bermain di daerah pertahanan tuan rumah. Ezechiel N’Douassel, Rene Mihelic, dan Febri Hariyadi menghadirkan ancaman silih berganti bagi Persebaya. Serangan sayap Persib tidak mampu menghasilkan gol.

Sementara, Persebaya juga bermain dengan cara yang sama. Amido Balde disokong Irfan Jaya dan Manuchekhr Jalilov terus merongrong pertahanan tim tamu.

Namun kedua kesebelasan tidak mampu menghasilkan gol hingga laga berlangsung setengah jam. Pemain dari kedua kesebelasan pun mencoba berimprovisasi.

Amido Balde memecah kebuntuan pada menit ke-34. Umpan jauh M Hidayat dari lini tengah diselesaikan dengan sundulan oleh pemain Guinea Bisau tersebut untuk membobol gawang Deden yang sudah keluar dari sarang.

Memasuki menit akhir babak pertama, Balde kembali mencetak gol dengan menuntaskan umpan panjang Otavio Dutra. Kegagalan Saepuloh Maulana dan Bojan Malisic menghentikan Balde membuat ujung tombak Persebaya itu membobol gawang Persib dengan mencocor bola.

Pada babak kedua Persib berupaya mencetak gol untuk mengejar keunggulan lawan. Namun Persib justru kesulitan. Sebaliknya Persebaya justru menghasilkan ancaman berarti melalui Irfan Jaya masih melenceng pada menit ke-56.

Dua menit berselang Persebaya memimpin 3-0 berkat gol ketiga Amido Balde. Umpan Irfan dari tengah lapangan sukses dimanfaatkan Amido Balde yang berlari kencang dan lolos dari dua bek Persib. Balde pun leluasa mencetak gol ke gawang Maung Bandung.

Persebaya Surabaya kembali menciptakan peluang hasil kerja sama umpan segitiga Amido Balde ke Dzhalilov dan Irfan Jaya pada menit ke-71. Namun, tendangan Irfan Jaya di dalam kotak penalti masih mampu diblok M. Natshir.

Persib yang berupaya mencetak gol pertama dalam laga ini justru mengalami ketidakmampuan dalam menyelesaikan peluang. Seperti peluang N’Douassel yang melambung.

Bajul Ijo bahkan mampu menambah keunggulan ketika laga memasuki menit ke-80 melalui Irfan Jaya. Dalam skema serangan balik, pemain sayap Timnas Indonesia itu melepas tembakan kencang akurat dari dalam kotak penalti.

Skor telak kemenangan empat gol tanpa balas yang dibukukan Persebaya tidak berubah hingga laga bubar. Persebaya kini mengumpulkan 11 poin dan menempati peringkat kelima, sementara Persib yang terpaku dengan enam poin masih berada di peringkat ke-13.

PR Besar Maung Bandung
– Pemain Muda yang Belum Benar-benar Matang
Pemain-pemain muda punya semangat tinggi memberikan yang terbaik, namun mereka juga memiliki kekurangan. Problem utama adalah stabilitas performa. Peran pemain senior jadi krusial. Masalahnya di Persib saat ini tak banyak pemain veteran yang bisa jadi sosok panutan di tim. Generasi lawas tim juara Persib tinggal menyisakan Supardi, I Made Wirawan, serta Achmad Jufriyanto.

– Pelatih Masih Butuh Waktu Beradaptasi
Robert Aberts punya waktu sedikit untuk beradaptasi dengan Persib pasca Miljan Radovic memutuskan mundur jelang perempat final Piala Indonesia 2018. Hasil kerja Robert agaknya baru bisa dilihat saat nanti kompetisi memasuki paruh jalan. Saat proses adaptasi sudah berjalan 100 persen. Ia pun amat mungkin melakukan perubahan komposisi pemain untuk mendukung straregi permainannya.

– Krisis Kiper
Sektor penjaga gawang di Persib jadi sorotan belakangan ini. Kiper utama Maung Bandung, I Made Wirawan, dinilai kemampuannya sudah habis dimakan umur. Harus diakui Persib rugi besar saat melepas kiper masa depan mereka, Shahar Ginanjar. Regerasi mereka jadi stagnan.

(cnn)