Kisah Tukang Baso Keliling di Cianjur Naik Haji

TEKUN: Kendati berjualan baso keliling, Sugiono Mintoharjo akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci memang menjadi salah satu kewajiban bagi seorang muslim yang sudah mampu. Namun Sugiono Mintoharjo, bisa menjadi contoh dan inspirasi positif. Pasalnya, sehari-hari, ia hanya berjualan baso yang dijajakannya berkeliling dari kampung ke kampung. Kepastiannya bertamu ke rumah Allah itu pun bisa dilakukan setelah ia gigih menabung sejak 1978 silam.

LAPORAN: Dadan Suherman, CIPANAS

Bukan perjuangan mudah untuk bisa menunaikan ibadah haji bagi sebagian orang di luar sana. Menjadi tukang bakso keliling dengan pendapatan yang tidak menetap menjadi salah satu faktor bisa menabung dan mencicil untuk biaya pergi ke baitullah. Pasalnya, selain waktu tunggu yang cukup lama, juga biayanya pun yang tak sedikit.

Sugino Mintorjo, lagi-lagi membuktikan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menuai hasil. Hal inilah juga yang dilakukan oleh pria berusia 60 tahun asal Solo itu.

Air mata haru tak terbendung saat mendengar tahun 2019 ini dirinya menjadi salah seorang yang bisa pergi haji. Atas keberhasilannya melunasi ongkos naik haji selama ini, kini bukan hanya sebatas impian, tetapi semakin nyata di depan mata.

Berbekal tekad kuat, Sugino, pria asal Jawa Timur yang sehari-hari hanya pedagang bakso keliling berhasil menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya untuk pergi berhaji.

Dengan penghasilan bersih tak lebih Rp 50 ribu, Sugino mulai menyimpan uangnya sejak tahun 1978 silam, dan baru bisa mendaftar haji pada tahun 2013. Saat itu salah seorang teman anaknya menawarkan untuk daftar pergi haji, asalkan memiliki uang minimal Rp 12 juta.

“Dulu, pas tahun 2013 ditawari daftar haji, hanya mesti punya uang sebesar Rp12 juta. Dan akhirnya uang hasil nabung sejak 35 tahun itu saya berikan untuk mendaftar,” ungkapnya.

Kerja keras selama ini dari berdagang bakso memang mengantarkan Sugino bergabung dengan ribuan jemaah calon haji lainnya di Kabupaten Cianjur. Ia tergabung dalam kloter 3 nomor 71, dan akan terbang ke Tanah Suci keberangkatan paling akhir.

“Memang mulai jualan itu tahun 1978 hingga sekarang, sudah sekitar 40 tahun. Dan dulu pada tahun itu pula saya mulai ke Cipanas. Karena jiwa merantau saya waktu itu, dan memutuskan tinggal di Kampung Sukasari, Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas,” tuturnya.

Penghasilan pada saat mulai berjualan bakso pun masih seharga Rp15 rupiah. Kemudian mulai merangkak naik jadi 25 rupiah, sampai pada sekitar tahun 2013 menjadi Rp2500, terus hingga kini harganya hanya Rp5000 atau Rp7000.

Dengan penghasilan bersih pada waktu pertama berjualan bakso di wilayah Cipanas itu bisa mencapai Rp1500 perhari. Tetapi kegigihan Sugino tidak patah arang, hingga lama kelamaan bisa mencapai Rp 15 ribu perhari untuk keuntungan bersih dirinya.

“Bayangkan saja, dulu harga emas saja hanya Rp 15 ribu per gram. Dan saya setiap punya uang lebih, selalu disisihkan dan diberikan ke istri saya. Biar bisa nabung dan hidup cukup di Cipanas ini,” kata Sugino.

Pria yang memiliki dua anak ini, bahkan bisa sampai menyekolahkan kedua putra putrinya itu ke jenjang yang lebih tinggi. Ini juga sangat terlihat, bukan hanya kegigihan dirinya untuk pergi haji bersama istrinya, tetapi begitu besar cita-cita Sugino untuk membesarkan kedua anaknya itu dengan bekal pendidikan yang baik.

“Alhamdulillah dua-duanya itu lulusan sarjana. Dan kini mereka telah berumah tangga dan memiliki pekerjaan yang cukup layak di salah satu perusahaan swasta,” ungkapnya.

Ia juga tak jenuh dan bertekad untuk terus berjualan bakso keliling. Walaupun dengan usianya yang tak muda lagi, tetapi akan terus semangat, hingga mungkin nanti meninggal dunia.

“Daripada sekarang nganggur atau gak bekerja sama sekali, mendingan saya tetap berjuang berjualan hingga tutup usia saya, InsyaAllah,” pungkasnya.(**)