Atlet Silat Cianjur Berprestasi Berharap Ada Perhatian Pemkab

Atlet Silat Cianjur yang dimiliki oleh Thoriq Dwi (15) putra asal Kampung Lanbow Desa Cipanas Kecamatan Cipanas, yang kembali mendapatkan prestasi dalam bidang seni beladiri pencak silat. . FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Banyak diantara beberapa orang yang memiliki prestasi di bidangnya masing-masing. Apakah itu olahraga, kesenian, maupun bidang lainnya. Seperti juga yang dimiliki oleh Thoriq Dwi (15) putra asal Kampung Lanbow Desa Cipanas Kecamatan Cipanas, yang kembali mendapatkan prestasi dalam bidang seni beladiri pencak silat.

Thoriq mencetak kebanggaan bagi Kabupaten Cianjur sebagai juara 1 dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat beberapa waktu lalu di tahun 2019.

Hanya saja sangat disayangkan oleh keluarga dari Thoriq. Pasalnya, para atlet yang ikut serta ke ajang tersebut, kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Terlebih bagi para atlet di wilayah Cianjur Utara ini.

“Ada sebanyak sembilan pelajar yang mengikuti ajang tersebut, tetapi kami mengandalkan biaya operasional sendiri,” kata Orangtua Thoriq, Peno saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Ia mengungkapkan, mulai dari biaya perjalanan ke Bandung, kemudian biaya makan beberapa hari di Bandung, hingga biaya perjalanan kembali pulang ke Cianjur ini, menggunakan biaya masing-masing.

Padahal ia sangat berharap, baik dari Pemkab, maupun dinas terkait lainnya bisa lebih memperhatikan para pelajar dan atlet lainnya yang memang memiliki prestasi.

“Atlet yang berprestasi kan asli dari Kabupaten Cianjur, dan bisa menjadi kebanggaan bagi Cianjur. Tetapi kenapa kurang diperhatikan,” imbuhnya.

Terpisah, orangtua Muhamad Nauval Akmal, Nia (43) mengatakan, dirinya pun sangat meminta perhatian yang lebih kepada Pemkab dan dinas terkait untuk anaknya yang menjadi atlet agar bisa diberikan fasilitas yang layak dan perhatian lain. Sehingga para atlet di Cianjur ini tidak terabaikan.

“Khususnya anak saya, dia sangat bersemangat sekali ingin membawa nama baik Cianjur. Bahkan sampai untuk membeli peralatan silat pun, anak say nabung dari uang jajannya sendiri,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah pun bisa lebih memperhatikan, baik semisal memberikan bonus ataupun beasiswa.

“Setidaknya untuk peralatan juga bisa difasilitasi. Apalagi untuk kegiatan kejuaraan yang membawa nama daerah, terlebih untuk pencak silat, resikonya kan lumayan besar. Dan anak saya berani ambil resiko itu karena cita-citanya yang ingin membawa Cianjur ke kejuaraan dunia,” tuturnya.

(dan)