Calhaj Cianjur Gagal Berangkat Bertambah Lagi

TERHARU: Calon jamaah haji (Calhaj) Kabupaten Cianjur mulai berangkat menuju Asrama Haji Embarkasih, Bekasi. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kloter pertama calon jamaah haji (calhaj) asal Cianjur telah berangkat menuju Embarkasih, Bekasi pada Sabtu (6/7). Sayangnya, dari kloter 02 yang berangkat pagi lusa itu, tak semua calhaj bisa menunaikan rukun Islam kelima itu. Meski sebelumnya ada satu calhaj yang batal berangkat, namun pada akhir pekan kemarin jumlah calhaj yang berangkat justru bertambah.

Rombongan calhaj diberangkatkan menggunakan 11 bus yang turut dikawal oleh Patwal Polres Cianjur, Kemenag Kabupaten Cianjur dan Tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Sebelumnya terdapat 404 calhaj yang akan berangkat, namun di hari H terdapat dua calhaj yang gagal berangkat. Satu calhaj mengalami sakit stroke dan satu calhaj meninggal dunia.

Calhaj yang gagal berangkat dikarenakan sakit bernama Fatimah dari Kecamatan Campaka, sementara yang berpulang bernama Andri dari Kecamatan Karangtengah. “Yang berangkat hari ini (Sabtu, red) seharusnya 404 calhaj, tapi hanya 402 calhaj karena ada yang sakit dan meninggal dunia,” ujar Kasi Urusan Haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Tavip Supriyadi.

Bagi calhaj yang gagal berangkat tahun ini, jika dimungkinkan akan melakukan pemberangkatan tahun depan. Selain itu, persiapan para calhaj pun sudah disediakan oleh Kemenag Kabupaten Cianjur dari mulai visa hingga paspor. Sebelumnya pemeriksaan dokumen pemberangkatan sudah dilakukan tim dari Kemenag Kabupaten Cianjur.

Pemberangkatan turut dihadiri unsur Musyawarah Pimpidan Daerah (Muspida) Kabupaten Cianjur yang terdiri dari Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, Ketua MUI Kabupaten Cianjur, Raden Abdul Halim, Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani dan Wakapolres Cianjur, Kompol Yana.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman yang turut melepas pemberangkatan calhaj Kabupaten Cianjur berharap, para calhaj Kabupaten Cianjur bisa menjadi haji mabrur selepas melaksanakan rukun islam yang ke lima.

Lanjutnya, pemberangkatan haji yang harus melalui jalan Jonggol bukan suatu kendala. Meskipun pemberangkatan yang dilakukan tidak melalui Jalur Puncak. “Sebetulnya ini kan bukan kendala. Seperti kita ketahui kalau hari Sabtu dan Minggu Jalur Puncak itu kan sedang sistem satu arah atau one way tapi kita bisa lewat Jonggol,” terangnya.

Pada sambutannya, biaya haji saat ini hanya membayar Rp34 juta dari sebelumnya Rp70 juta. Pasalnya, pemerintah telah mensubsidi biaya haji.Sementara untuk pemberangkatan dan kepulangan, itu sudah ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur berupa kendaraan bus dan konsumsi calhaj.

(kim)