KSJ Bebaskan ODGJ Dipasung

Yayasan Istana Kesehatan Sehat Jiwa (KSJ) bersama tim dari Puskesmas pemerintah desa, dan sejumlah relawan yang ada di Cipanas berhasil membebaskan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Yayasan Istana Kesehatan Sehat Jiwa (KSJ) bersama tim dari Puskesmas pemerintah desa, dan sejumlah relawan yang ada di Cipanas berhasil membebaskan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung di wilayah Desa Sukaluyu Kecamatan Cijati, Cianjur selatan, Kamis (4/7).

Wakil Ketua Yayasan Istana KSJ yang sekaligus Ketua Lapangan, Feri menjelaskan, pria yang berinisial HM (45) asal Desa Sukaluyu Kecamatan Cijati, Cianjur Selatan ini mengalami gangguan jiwa alias stres sejak belasan tahun.

Untuk menjaga hal-hal yang tak diingingkan terjadi, pihaknya yang mendapati informasi dari salah seorang relawan di desa itu mencoba berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa setempat dan beberapa pihak lain dalam melakukan pembebasan pasien ini.

“Kami sebelumnya berkoordinasi dulu, sehingga ketika sudah yakin ada pasien yang dipasung, kami bersama-sama datang langsung ke tempat itu, dan Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Feri.

Ia menuturkan, pasien yang diketahui sudah dipasung selama hampir setahun ini, memang terbilang cukup ekstrim. Karena menurut keluarga, pasien ini sering membawa senjata tajam ketika ia (pasien, red) mulai akut lagi.

“Karena pasiennya sering bawa golok, jadi si keluarga memutuskan untuk memasung pasien tersebut,” jelasnya.

Ia berharap, atas kejadian ini tidak akan ada lagi kasus serupa. Artinya bagi keluarga, maupun pihak-pihak yang lain, lebih memperhatikan lagi kepada para ODGJ. Karena pasien semacam inipun manusia. Maka sepatutnya bisa memanusiakan manusia.

“Mudah-mudahan saja tak ada lagi ODGJ lain yang diperlakukan tidak wajar. Apalagi dengan cara dipasung, sehingga bisa membuat pasien tersebut lebih tidak terawat, dan jauh dari sembuh,” tukasnya.

Senada disampaikan Ketua Yayasan Istana KSJ, Nurhamid menambahkan, berdasarkan riset di tahun 2018 kemarin, orang-orang yang menyandang gangguan jiwa itu, di Indonesia bisa mencapai tujuh persen dari total penduduk yang ada di Indonesia ini. Artinya, cukup besar juga jumlah tersebut. Sehingga diharapkan bagi semua pihak, bisa sama-sama mengatasi dalam menekan angka tersebut seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan saja, tahun 2019 ini khususnya di Cianjur, bisa lebih teratasi. Bukan hanya tanggung pihak relawan, ataupun pihak lainnya, tetapi inilah tugas kita bersama dalam menangani pasien-pasien ODGJ, khususnya yang dipasung,” tuturnya.

(dan)