Petani Cianjur Dibutuhkan Jepang

Pengusaha asal jepang memberi cendramata kepada Plt Bupati Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Jepang setidaknya membutuhkan 250 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) profesional. Hal tersebut terungkap saat Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Cianjur Bersatu berkunjung ke Pendopo Cianjur, Sabtu (5/7).

Pimpinan LPK Cianjur Bersatu, Utay Muchtar mengatakan, atas fakta tersebut, pihaknya memerlukan bantuan dari semua pihak, terutama dukungan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait peluang dan kesempatan bekerja di luar negeri yang masih luas ini.

“Terus terang saja, kami perlu bantuan dari semua pihak, terutama support dari Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk meyakinkan sekolah-sekolah bahwa peluang pekerjaan itu masih banyak, terutama di luar negeri,” ujarnya.

Ia memgatakan, tenaga kerja asal Cianjur yang dibutuhkan di Jepang untuk bekerja di bidang pertanian. “Jadi, para petani ini sangat dibutuhkan di Jepang. Ini bisa jadi peluang yang cukup besar,” tuturnya.

Muchtar pun mengaku mengapresiasi respon dari Herman Suherman yang mendukung program ini. “Alhamdulillah tadi Bupati siap men-suport untuk pelatihan bahasa jepangnya dan kami tentu responnya baik sekali. Jadi bagaimana caranya sekarang anak-anak bisa berangkat ke sana dengan biaya seminim mungkin, itu tujuan utama kita,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa permintaan tenaga kerja dari pihak Jepang ke Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) sebanyak 350.000 tenaga kerja. Dan dari Cianjur sendiri membutuhkan 1000 tenaka kerja per tahunnya.

“Permintaan ke Kemnaker sekitar 350.000 untuk lima tahun ke depan. Untuk kebutuhan tenaga kerja kita untuk negara jepang permintaan dari mereka 1000 setahun dari cianjur,” tutupnya.

Sementara itu Plt Bupati Herman Suherman mengatakan, akan mensupot segala kegiatan yang memang mempunya dampak positif bagi warga Cianjur.

“Masalah tenaga kerja, tentu saya mendukung jika tenaga kerja profesional Cianjur bisa bekerja,”kata Herman

Herman berharap kerja sama tersebut nantinya dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Tentunya dengan peluang seperti ini kami dari pemerintah sangat menyambut baik, mudah mudahan apa yang diharapkan bisa saling menguntungkan kedua belah pihak, terutama para TKI asal Cianjur,” kata Herman.

(dil)