Kinerja BUMDes Cimacan Dinilai Kurang Maksimal

SOROTAN: Pemdes Cimacan bakal mengevaluasi kinerja BUMDes. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Dalam melakukan upaya pengoptimalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas akan melakukan pembenahan serta evaluasi kepada para pengurus dan tenaga kerja BUMDes.

Sekretaris Desa Ciamacan, Rahmat Syarifudin mengatakan, pembenahan yang dilakukan Pemdes Cimacan terkait kinerja BUMDes karena dinilai kinerja yang selama hampir empat tahun ini kurang maksimal, serta jauh dari yang diharapkan.

Oleh karena itu Pemdes Cimacan akan mengevaluasi para tenaga kerja yang ada saat ini.

“Kita akan meningkatkan kapasitas pengurus dengan mengevaluasi, bahkan mungkin bisa dirombak terhadap para tenaga kerja BUMDes dan membinanya kembali. Dengan menghadirkan narasumber dari Kabupaten Cianjur atau dari usahawan,” tuturnya.

Rahmat mengatakan, kurangnya kinerja BUMDes disebabkan beberapa faktor. Di antaranya kurangnya kemampuan SDM yang ada, serta minimnya anggaran yang dikeluarkan untuk pengembangan.

Kendati demikian, untuk tahun 2019 ini, Pemdes akan menganggarkan dari Dana Desa tahap selanjutnya.

“Pemdes akan bermusyawarah kembali terkait pengembangan SDM BUMDes dan mengeluarkan anggaran khusus penambahan modal untuk pengembangan yang akan datang,” jelasnya.

Adapun anggaran yang telah disepakati, dikatakan Rahmat, adalah sekitar Rp150 juta dalam pengalokasian pengembangan BUMDes tersebut nanti. Diharapkan bisa disesuaikan dengan dana yang akan dikeluarkan agar efektif.

“Nanti kita sesuaikan saja anggarannya. Jangan sampai dengan kegiatan pembinaan saja, bisa mengeluarkan dana yang banyak, atau boros,” ujarnya.

Menurutnya, dengan begitu setelah dilakukan pembinaan dan evaluasi, para pengurus serta BUMDes yang ada di dalamnya, pengelolaan ini bisa memberikan kontribusi terhadap desa. Bahkan menjadi salah satu Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Iya semoga saja nantinya, kita sangat berharap, BUMDes ini bisa menjadikan salah satu pendapatan usaha untuk desa. Yang nantinya juga bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat lainnya,” pungkasnya.

(dan)