Perjuangan Kang Era Mencerdaskan Anak-anak, Dirikan Saung Aksara, Semua dari Kantong Pribadi

RADARCIANJUR.com – Anak-anak adalah generasi masa depan yang akan menentukan keberlangsungan dunia. Itulah adagium yang dipegang teguh Edi Ramli yang membangkitkan semangatnya untuk ikut berperan aktif mencerdaskan genarasi bangsa. Pemuda 29 tahun asal Kecamatan Sindangbarang itu pun membulatkan tekadnya sekaligus menceburkan diri membantu pendidikan anak-anak di lingkungan sekitarnya. Yang cukup menakjubkan adalah, semua biaya yang dibutuhkan adalah murni dari kantong pribadinya.

Laporan : A. Jajang Sugiarto, SINDANGBARANG

Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, pendidikan di wilayah Cianjur selatan masih cukup tertinggal. Padahal, pendidikan menjadi hak setiap anak bangsa yang di pundaknya nanti akan memikul masa depan dan keberlangsungan tanah air.

Berangkat dari kondisi tersebut, Edi Ramli pun tergerak hatinya. Caranya pun beragam. Mulai dari menggelar lapak baca buku gratis di Alun-alun Sindangbarang, les mata pelajaran, les bahasa Inggris sampai mendirikan Saung Aksara.

Ditemui Radar Cianjur di rumahnya, di Kampung Bolenglang RT 01/08, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, pria yang akrab disapa Kang Era itu mengakui tak bisa setiap hari menggelar lapak baca buku gratis di Alun-alun Sindangbarang. Kegiatan itu hanya bisa dilakukannya sekali dalam seminggu, lantaran ia harus pula bekerja dan mencari nafkah.

Menyediakan buku-buku bacaan itu sejatinya diawali oleh bapak satu anak ini di rumahnya dengan mendirikan Saung Aksara. Di tempat tersebut, anak-anak dan warga bisa membaca buku-buku yang diinginkan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Namun, lantaran ingin menjangkau lebih banyak lagi anak-anak, ia pun berinisiatif menggelar lapak baca buku gratis di Alun-alun Sindangbarang. Dengan demikian, semakin banyak anak-anak yang bisa ikut menikmati kebermafataan Saung Aksara melalui buku-buku yang disediakan.

“Alhamdulilah, Saung Aksara ini sudah berjalan empat tahun. Kalau untuk lapak baca di alun-alun baru berjalan dua tahun terakhir. Yang di alun-alun itu untuk umum, ya anak-anak, ya orang dewasa,” tuturnya.

Pria yang resmi berstatus alumnus UNAS PASIM tahun 2018 lalu itu pun menceritakan awal mula ia mendirikan Saung Aksara. Menurutnya, kondisi pendidikan di Cianjur selatan cukup tertinggal bila dibandingkan dengan wilayah lainnya. Sayangnya, ia sama sekali tak memiliki daya apapun untuk ikut mendorong percepatan pendidikan di Cianjur selatan, khususnya di Sindangbarang.

Pelan-pelan, sejak masih duduk di bangku kuliah, ia pun mengumpulkan baku-buku yang dibelinya dari menyisihkan sebagian pendapatannya. Buku berbagai tema itu pun dikumpulkannya dan dibuat semacam perpustakaan mini di rumahnya.

“Ini murni biaya dari uang pribadi. Tujuannya, kami ingin warga itu cerdas terutama anak anak, mau itu pendidikan formal maupun no formal,” jelasnya.

Harapannya, bisa melihat anak-anak dan warga lebih mudah mengecap pendidikan lewat buku-buku bacaan yang disediakannya. “Dengan adanya Saung Aksara ini mudah-mudahan bisa membantu warga, khususnya di Kecamatan Sindagbarang dalam hal pendidikan lewat membaca,” lanjutnya.

Kegigihan sekian tahun Edi Ramli itu pun ternyata mendapat apresiasi dari warga yang peduli atas kerja keras dan upayanya. Sejumlah donasi diberikan warga. Mulai dalam bentuk uang, buku-buku bekas layak baca, dan lain sebagaianya.

“Dari donatur itu bermacam-macam dalam memberikan bantunya. Ada yang menyumbang buku, peralatan menggambar, ada juga yang menyumbang uang dan lain lain,” tuturnya.

Impiannya pun cuma satu. Ia bisa ikut berperan membuat Cianjur selatan, khususnya Kecamatan Sindangarang, tak lagi tertinggal dengan daerah lain dalam hal pendidikan.

“Karena sampai saat ini Cianjur selatan masih cukup tertinggal dari berbagi hal, termasuk dalam hal pendidikan, baik formal dan nonformal,” pungkasnya.(**)