Razia Gabungan Kendaraan Bermotor, Masyarakat Cianjur Masih Bandel

MELANGGAR: Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terjaring razia gabungan di Hutan Kota Cianjur Jalan Raya Bandung. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Operasi terpadu tertib kendaraan bermotor digelar secara gabungan melibatkan kepolisian, Polisi Militer (PM), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat. Operasi tersebut digelar di depan Hutan Kota Cianjur, Jalan Raya Bandung, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB.

Operasi gabungan itu sendiri tak hanya menyasar kelengkapan surat dan dokumen kendaraan. Melainkan juga aturan berlalu lintas seperti tak memakai helm, tak memasang kaca spion, tidak menyalakan lampu (untuk kendaraan roda dua) di siang hari, sampai penggunaan sabuk pengaman untuk kendaraan roda empat. Selain itu, operasi tersebut juga menyasar kendaraan yang tak taat pajak.

Alhasil, sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat diberhentikan petugas lantaran melanggar. Mereka pun hanya bisa pasrah dan menerima kesalahan yang diperbuat sendiri.

Bahkan, selain roda dua dan roda empat, sejumlah kendaraan pick up yang mengangkut penumpang di bagian bak terbuka juga diberhentikan oleh petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur.

“Razia atau operasi ini kita lakukan dalam menindak pengendara yang melanggar aturan dari yang secara langsung maupun yang tidak terlihat, seperti tidak tertib administrasi atau pajak,” ujar Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Warsito.

Selain itu, razia ini agar menekankan kepada masyarakat untuk tertib dalam berkendara dan juga melakukan kewajibannya yakni dengan membayar pajak kendaraan. Pasalnya, dari pajak tersebut pendapatan daerah bisa terbantu.

“Ini kita tekankan bahwa membayar pajak itu suatu kewajiban dan juga yang patut kita perhatikan, masyarakat haruslah memperhatikan keselamatan berlalulintas. Lengkapi semua persiapan berkendara seperti helm dan sabuk pengaman,” tambahnya.

Dari operasi gabungan itu, sebanyak 41 kendaraan telat pajak terjaring. Dengan rincian roda dua sebanyak 25 unit dan roda empat sebanyak 16 unit.

Sementara itu, Kasi Penerimaan dan Penagihan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, M Zaky Abbas menuturkan, semua kendaraan telat pajak yang terjaring tersebut diwajibkan untuk melunasi pajak kendaraan di tempat.

Kendati demikian, dari total 41 kendaraan yang telat membayar pajak itu tidak semuanya bisa menyelesaikan saat itu juga. “Kalau tidak bisa bayar di tempat, jadi kita tunggu sampai jam dua siang ini (kemarin, red),” paparnya.

Kegiatan operasi serupa tidak hanya dilakukan pada hari itu saja, namun akan digelar secara rutin dan periodik di sejumlah lokasi. “Yang berbarengan operasi hari ini juga digelar di Terminal Rawabango,” tutupnya.

(kim)