15 Hektar Sawah di Naringgul Gagal Panen

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Sekitar 15 hektar sawah petani di Kampung Kampung Cikareo, Desa Wangunjaya, Kacamata Naringgul gagal panen lantaran tidak adanya hujan sejak beberapa waktu ke belekang. Akibatnya, para petani mengalami kerugian.

Seperti yang dituturkan Krisman (40), salah seorang petani setempat yang menuturkan bahwa kemarau membuat sawah para petani tak bisa lagi diairi lantaran debit air sudah berkurang drastis.

“Maunya pemerintah melihat dan mengecek langsung dan bisa memberikan solusi yang terbaik. Karena warga disini banyak yang menggantungkan hidup dari bertani,” tuturnya, Selasa (9/7).

Ia pun berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan karena kerugian dari para petani juga tak sedikit. “Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Jajat (50). Berdasarkan hitungan kasar para petani, sawah yang mengalami gagal panen jumlahnya cukup luas, yakni mencapai belasan hektare. “Kalau dari petani lain bilang yang kekeringan sampai 15 hektare,” sebutnya.

Sementara, Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Heni mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya sawah yang kekeringan di Kecamtan Naringgul. Bahkan, pihaknya pun sudah memilah-milah kerusakan lahan sawah tersebut untuk diambil tindakan lebih lanjut.

“Sekarang sudah diinventarisir dulu, untuk melihat kerusakannya sampai mana dulu. Ini terkait penanangannya,” jelasnya.

Heni menjelaskan, untuk sawah yang kekeringan masih dalam tahap ringan dan sedang, selama ada sumber air, masih bisa diupayakan dengan pompanisasi. Sedangkan untuk sawah yang rusak berat dan puso, bakal sulit untuk diselamatkan.

“Apalagi jika memang sumber air tidak ada dan umur padi masih kurang dari 100 hari, itu sudah susah,” lanjutnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar para petani mengikuti program asuransi usaha tani yang setorannya hanya Rp36.000 per hektare. Pasalnya, dengan asuransi tersebut, para petani akan mendapatkan ganti rugi jika sawahnya mengalami gagal panen.

“Nilai klaim bisa mencapai Rp6 juta per hektare. Syratnya juga cukup mudah, asal mendaftar lebih dulu sebelum padi ditanam,” bebernya.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Cianjur, Mochammad Nano menambahkan, terkait datanganya musim kemarau tahun ini, sejumlah pihak terkait sudah menggelar rapat koordinasi yang secara khusus membahas antisipasi dan penannggulangan kekeringan di Cianjur.

Rakor tersebut diikuti sejumlah pihak, selain Distan Cianjur, juga Kodim 0608/Cianjur, pada Danramil, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPUR, para camat, UPTD Pengairan, UPTD Pertanian, Korluh Protek Balai Karantina Kementan dan lain sebagainya.

“Sudah ada laporan dan akan kami tindaklanjuti lanjuti secepatnya,” katanya.

(mat)