Green Energy Untuk Ibu Kota Baru

ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Semakin gencar rencana pemindahan Ibu Kota yang selalu dibahas oleh pemerintah. Kini yang sedang hangat dibahas adalah isu energinya. Kebutuhan dan pengembangan infrastruktur energi di wilayah yang akan menjadi pusat pemerintahan itu harus benar-benar dipikirkan sejak dini.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurulah Asa mengatakan bahwa pengembangan gas bumi di Kalimantan harus digarap serius. “Rencana pemindahan ibu kota akan meningkatkan demand kebutuhan listrik,” katanya kemarin (4/7).

Apalagi, nanti ada 34 kantor kementerian yang dipindah dari Jakarta. Pemerintah, menurut Fanshurulah, juga harus memperhatikan KEK (kawasan ekonomi khusus) dan KI (kawasan industri) Kalimantan.

Dia mengatakan bahwa Maloy Batuta, Batulicin, Jorong, Ketapang, Tanah Kuning, dan Landak merupakan kawasan yang potensial untuk didatangi investor baru.

BPH Migas memperkirakan kenaikan permintaan gas bumi di pulau terbesar kedua Indonesia tersebut akan mencapai 1.222,92 MMSCFD. Dengan catatan, pemerintah menyepakati penerapan green energy di Kalimantan. Nanti bahan bakar pembangkit listrik dialihkan dari batu bara dan diesel menjadi gas bumi.

(jwp)