Momentum Hari Jadi Bhayangkara ke-73, Polres Cianjur Kedepankan Upaya Pre-emtif

Peresmian gedung laka lantas polres Cianjur oleh Kapolres Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Momentum Hari jadi Bhayangkara ke-73 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2019 masih melekat kuat. Rangkaian kegiatan yang mengedepankan pendekatan dengan masyarakat sebagai pengabdi dan pengayom ini dibungkus dengan tema yaitu Dengan Semangat Promoter Pengabdian Polri untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara.

Kepolisian Resor (Polres) Cianjur kini lebih merangkul dan dekat dengan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan pun lebih mengedepankan upaya preemtif dibandingkan represif. Preemtif yang dilakukan tidak hanya Polres Cianjur saja, namun semua Kepolisian Sektor (Polsek) yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur pun melakukan hal yang sama.

Pasalnya, polsek sendiri merupakan ujung tombak dari Polres Cianjur dan sebagai kepanjangan tangan harus bisa melebur ke setiap elemen-elemen masyarakat. Sehingga citra kepolisian yang kurang berkesan menjadi lebih baik dan humanis.

“Polsek sebagai ujung tombak Polres Cianjur harus melakukan sentuhan-sentuhan terhadap masyarakat seperti silaturahmi kepada pemuka agama, pondok pesantren dan tempat-tempat yang memang menjadi berkumpulnya masyarakat dalam menciptakan adanya persepsi bagus kepada polisi dari sebelumnya tidak bagus,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah.

Sehingga dampaknya, masyarakat mau bekerjasama dengan pihak kepolisian tanpa adanya paksaan, terutama untuk melakukan pengamanan secara swakarsa. Sehingga dari apa yang ditanam Polres Cianjur di bawah kepemimpinannya, Polres Cianjur mampu melakukan kondusifitas.

Perlu diketahui, tindakan preemtif yang dilakukan pihak kepolisian kepada masyarakat adalah memberi pemahaman dan pengetahuan dalam mencegah kejahatan.

Selama kurun waktu hampir dua tahun menjabat, dirinya tak pernah absen untuk selalu turun langsung setiap kegiatan maupun datang ke masyarakat, dari mulai kegiatan keagamaan, sosial hingga kegiatan lainnya yang bersinergi antara Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang terdiri dari TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur dan tokoh agama.

Dengan sinergitas tersebut bersama-sama untuk membangun dan menjaga Kabupaten Cianjur. Sehingga dengan saling terikat serta bersama-sama, masyarakat yang akan merasakan perubahan tersebut dari hasil kerja bersama dan sama-sama bekerja.

Inilah racikan bumbu yang membuat masyarakat bisa menerima pendekatan secara humanis oleh Polres Cianjur, sehingga tak ada lagi kesan yang kurang bagus terhadap kepolisian.

Selain itu, Kapolres Cianjur tidak terlalu memberikan penekanan terhadap anggota Polres Cianjur. Kenyamanan dan rasa memiliki dapat menjadikan anggota kepolisian mau bekerja dengan sebaik-baiknya untuk melayani dan mengayomi masyarakat.

“Bagaimana anggota bisa bekerja dengan baik? Di sini saya menggandeng anggota dan pastinya saya berharap anggota bisa merasa nyaman, ketika anggota merasa nyaman tentunya mau bekerja dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya, jika anggota ditekan dan didikte anggota tidak akan berkembang, dari yang sebelumnya memiliki inovasi jadi tidak berkembang,” paparnya.

Lanjutnya, anggota Polres Cianjur secara keseluruhan pun bukan hanya sebatas antara pimpinan dan bawahan, namun dirangkul sebagai sebuah keluarga.

Meskipun seperti itu, dirinya tetap melakukan evaluasi untuk setiap tugas yang sudah dilaksanakan sebagai koreksi agar lebih baik dari yang belum sempurna bisa menjadi sempurna. Dengan cara tersebut, semua anggota terlihat bekerja dengan maksimal.

Dari kerja maksimal tersebut, Polres Cianjur pada tahun 2018 berhasil meraih Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dengan peringkat pertama se-Jawa Barat yang bersaing dengan instansi daerah lainnya.

Baginya, karakteristik daerah memiliki ciri khas masing-masing seperti halnya Kabupaten Cianjur. Sebelum menjadi Kapolres Cianjur, dirinya pernah menjabat sebagai Wakapolres Purworejo, Jawa Tengah. Sehingga ketika berpindah ke Jawa Barat, dirinya merasakan berbeda dengan beragam dinamikanya.

Di Kabupaten Cianjur sendiri, dirinya berhasil memberikan binaan terhadap kurang lebih 200 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Tak hanya membina, dirinya pun merangkul untuk bersama-sama memajukan dan memakmurkan wilayah Cianjur. Sehingga tidak mengedepankan permasalahan dengan konflik.

Bukan hanya ormas saja yang kooperatif terhadap kepolisian, namun masyarakat pun bersikap sama dengan memahami kurangnya jumlah anggota.

“Sampai dengan hari ini, tidak ada aksi demo dari ormas yang mengakibatkan konflik sosial, termasuk juga situasi dan kondisi masyarakat di sini (Cianjur, red) sudah sangat kooperatif dan memahami bahwa anggota itu kurang, sehingga dengan kami terus berkunjung dan mengajak masyarakat untuk menjaga dirinya dan lingkungan ini masyarakat menjadi mengerti,” terang kapolres wanita satu-satunya di Jawa Barat ini.

Pada Hut Bahyangkara ke 73 ini, dirinya akan terus sepenuhnya mengabdi kepada masyarakat dan berharap masyarakat bisa melihat sisi baik kepolisan yang memberikan pengabdian secara penuh.

(kim)