PLT Bupati Pelototi Penyaluran PKH di Sukatani

Penyaluran bantuan sosial untuk 808 KPM untuk triwulan kedua tahun 2019 ditinjau dan disaksikan langsung oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Sosial melakukan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari keluarga miskin di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Desa, Selasa (9/7) kemarin.

Penyaluran bantuan sosial untuk 808 KPM untuk triwulan kedua tahun 2019 itu ditinjau dan disaksikan langsung oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Kepala Desa Sukatani, Udin Sanusi mengatakan, untuk penyaluran PKH ini sebetulnya sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Hanya saja untuk pencairan sebelumnya masih melalui ATM bank yang telah ditunjuk. Akan tetapi kini, pihak desa membantunya dengan cara melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Untuk penerima manfaat PKH di Desa Sukatani memang cukup banyak, ditambah dengan BPNT ada 1150 KPM. Jadi kami ingin membantu meringankan warga supaya tidak pergi jauh ke ATM bank, tetapi cukup ke kantor BUMDes saja,” kata Haji Udin.

Selain itu, dalam penyaluran bantuan tersebut, dibagikan secara bertahap. Yakni dimulai dari Senin, hingga Rabu (hari ini, red). Karena menurutnya, selain cukup banyak, juga berbarengan dengan pengkoordinasian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Jadi mudah-mudahan kedepannya juga para warga yang mendapat bantuan itu, bisa dilakukan di e-warong. Bukan hanya di kantor BUMDes saja,” ujarnya.

Udin mengatakan, dengan adanya program PKH ini diharapkan benar-benar bisa bermanfaat, terlebih dalam mendorong di bidang pendidikan serta kesehatan khususnya bagi balita.

“Diharapkan dengan program PKH ini benar-benar bisa dimanfaatkan betul, khususnya bagi warga penerima manfaat,” terangnya.

Plt Bupati H Herman Suherman mengatakan, bahwa bantuan PKH ini bisa juga dicairkan melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah di unit masing-masing. Diharapkan program tersebut bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

“Jadi kalau misalkan bapak atau ibu yang mempunyai anak sekolah, maka harus digunakan untuk kepentingan sekolah. Seperti untuk beli baju, celana, dan sepatu. Ingat juga, jangan sampai digunakan diluar keperluan itu,” kata Herman.

Selain itu, Herman menambahkan, bagi ibu – ibu hamil, secara otomatis harus dibelanjakan untuk kebutuhan kehamilannya, seperti susu formula, dan dilakukan pemeriksaan secara rutin ke bidan. Dengan begitu janin yang ada dalam kandungan ibu tersebut terjamin kesehatannya.

“Itu salah satu contoh pemanfaatan program bantuan sosial yang selayaknya bisa digunakan secara tepat. Jangan sampai karena ada bantuan, lantas dihura-hurakan untuk membeli yang bukan selayaknya,” kata Herman.

(dan)