Golkar Sudah Siapkan Bakal Calon Bupati Cianjur, Siapa?

RADARCIANJUR.com – DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) sudah menyatakan kesiapannya untuk terjun ke panggung pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. Di dalamnya, delapan kabupaten/kota akan melangsungkan gelaran ini, tak terkecuali Kabupaten Cianjur. Muncul satu sosok kuat yang dinilai memiliki potensi besar dalam perhelatan meraih kursi bupati.

Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, kader yang disiapkan untuk maju di Pilkada Kabupaten Cianjur 2020 merupakan kader yang sangat potensial. Hal itu terlihat dari raihan suara kader tersebut yang maju pada Pileg 2019 yakni mencapai 109.000 suara. “Potensinya sangat besar, dan kita tempatkan untuk calon nomor satu di Cianjur. Jadi untuk Cianjur sangat punya, tapi yang dipunyainya sampai saat ini masih menolak. Sangat punya, surveinya bagus,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan kadernya, baik yang aktif dalam struktur partai maupun yang masuk dalam keluarga besar Golkar tetapi tidak dapat masuk dalam struktur partai karena berprofesi sebagai PNS.

“Sudah ada nama untuk pilkada Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran. Para calon ini memiliki market yang memadai dan orangnya yang dianggap representatif,” tutur Dedi, Rabu (10/7).

Pada Pilkada Serentak 2020, delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat yang akan melangsungkan pilkada adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Depok.

Dedi mengungkapkan, daerah yang belum memiliki figur calon dari Golkar sebagai calon kepala daerahnya hanyalah Kota Depok. “Jadi yang belum itu cuma Kota Depok, untuk Depok belum kita siapkan lebih lanjut, masih terus kami pelajari,” tuturnya.

DPD I Partai Golkar Jawa Barat telah mempersiapkan sejumlah kader terbaiknya untuk memenangi Pilkada Serentak 2020. Para kader tersebut akan didorong untuk mengisi kursi sebagai calon kepala daerah, baik bupati atau wali kota, di kabupaten maupun kota di Jawa Barat.

Semua nama yang dicalonkan, katanya, adalah untuk posisi calon bupati atau wali kota. Selanjutnya, tinggal mencari koalisi partai untuk mengisi posisi wakilnya. “Kalau Kabupaten Bandung, untuk nomor satu lah (calon bupati). Bahkan bisa kalau mau sama nomor duanya (calon wakil bupati dari Golkar). Tapi kita masih pelajari,” pungkasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Cianjur, TB Mulyana Syahrudin merespon apa yang disampaikan Ketua DPD I Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenai salah satu calon yang akan diusung untuk Pilkada 2020 di Kabupaten Cianjur.

Meskipun demikian, pihaknya belum memulai pembicaraan dengan seluruh pengurus partai berlambang beringin rindang ini. “Saya sudah mengetahui calon yang dimaksud Kang Dedi Mulyadi, tapi saat ini kita belum membicarakan hal tersebut di internal partai. Selain itu, saya juga belum berbicara dengan Pak Ade Barkah,” ujarnya.

Lanjutnya, calon yang direfrensikan oleh DPD I Jawa Barat memang potensial dan memiliki pengalaman di dunia politik. Namun, pihaknya masih belum memiliki langkah untuk pembahasan.

Selain itu, lanjut TB Mulyana, Ade Barkah sendiri belum menanggapi pengusungan dirinya di pilkada 2020 dan masih dalam tahap mempertimbangkan atau dipikir-pikir terlebih dahulu.

DPD Golkar Cianjur sendiri menilai, tokoh yang ditunjuk oleh Dedi Mulyadi belum mutlak untuk menjadi calon dari Golkar. Pihaknya masih perlu melakukan penjaringan dan memberikan kesempatan juga untuk kader yang lainnya. “Jadi, pertimbangan oleh Kang Dedi Mulyadi bahwa tokoh yang ditunjuk belum mutlak. Di sini kita (Partai Golkar, red) memberikan kesempatan kepada kader lainnya dan masih melakukan penjaringan,” paparnya.

Menurutnya, pengusungan calon oleh DPD I Jawa Barat masih jadi pertimbangan DPD Partai Golkar Cianjur. Pasalnya, di dalam internal Partai Golkar sendiri menerapkan sistem bottom up atau dari bawah ke atas dan bukan dari atas ke bawah. Sehingga yang nanti mengajukan adalah DPD Partai Golkar Cianjur melalui penjaringan dan survei.

Dirinya pun sangat optimis menang pada pilkada 2020 ini. Pasalnya, di 2014 lalu, calon yang diusung oleh Partai Golkar berhasil menang. Sehingga ini yang menjadi kepercayaan untuk kembali mengulang sejarah. “Untuk pilkada 2020 kita sangat optimis menang, seperti pada 2014 kita pernah mengusung calon dan menang. Tentu kita ingin sejarah kembali terulang,” jelasnya.

Yang terakhir, terkait informasi yang sempat santer mengenai DPD I Golkar Jabar yang menyamakan koalisi pilkada dengan koalisi pilpres, dirinya tidak setuju dan menilai tidak bijak. Pasalnya, situasi pilpres dan pilkada itu berbeda. “Sehingga alangkah baiknya dikembalikan ke daerah masing-masing sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

(tri/kim)