Terapkan Program Keagamaan

FOTO: Istimewa ANTUSIAS: Beberapa Siswa MI saat mengikuti pembelajaran keagamaan.

RADARCIANJUR.com– Mencegah adanya anak tidak mengetahui akan bacaan Alquran. Kementrian Agama Kabupaten Cianjur gencar menerapkan program keagamaan dengan membentuk Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (FKDT) di setiap pelosok, bahkan di tingkat RW di Kabupaten Cianjur.

Pelaksana Pendidikan Pondok Pesantren Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, Solehul Mighfar menuturkan, secara umum Kementrian Agama dalam hal ini pendidikan pondok pesantren setiap kecamatan serta desa sudah dibentuk Forum Komunikasi Diniyyah Takmiliyah (FKDT).

Namun, hal tersebut dikembalikan lagi kepada masyarakat. Apakah mereka mau ataukah tidak untuk menyuruh anaknya masuk mengaji di diniyyah maupun di Taman Pendidikan Quran (TPQ).

“Kita juga sudah membentuk FKDT ditingkat RW. Bahkan kitapun sudah ditingkatkan Ta’limul Quran lil Aulad (TQA) atau diniyyah lanjutan,” tuturnya.

Menurutnya, jika adanya anak yang belum bisa membaca Alquran disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah pergaulan dengan orang-orang yang malas dan banyak bermain, kurangnya perhatian orangtua terhadap pendidikan agama.

“Kalau misalkan orang tuanya mengerti dan paham terhadap pendidikan anaknya, mereka pastinya akan mengarahkan anaknya ke TPQ ataupun tempat pendidikan lainya,” paparnya.

Dalam hal ini, pihaknya mengimbau kepada sekolah maupun penerimaan peserta didik baru baik SMP maupun sederajat bagi anak lulusan SD untuk melanjutkan ke jenjang SMP harus melampirkan ijazah diniyyah maupun TPQ.

“Tujuannya agar sekolah tersebut dapat mengetahui sejauhmana calon siswanya bisa membaca Alquran,” ujarnya.

(riz)