Harapan Milenial di HJC ke-342, Youtuber Putih Abu-abu Minta Pelaku Seni Diberi Ruang

Hari Jadi Cianjur Ke-342

RADARCIANJUR.com – Hari Jadi Cianjur (HJC) ke 342 kini semakin terlihat wajah Kabupaten Cianjur yang menunjukan beragam kreatifitas dari kaum milenial muda. Banyak sudah kreatifitas yang ditorehkan dengan beragam prestasi seperti seni musik hingga seni film pendek yang berkonten.

Putih Abu Abu. Sekumpulan anak muda yang mencoba menuangkan kreatifitas di kancah media sosial Youtube. Kelompok Putih Abu Abu yang terbentuk dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Dharma Kusuma sudah menorehkan prestasi yang tentunya patut dicontoh.

Tak perlu diragukan, dua penghargaan dari Youtube berhasil diraih atas banyaknya subcriber, yakni silver play button dan golden play button.

Konten yang berisikan pesan edukasi dan inspiratif ini tentunya bisa menjadi banyaknya masyarakat yang menonton, sehingga bisa menjadikan pembelajaran untuk di kehidupan sehari-hari. Sehingga wajar ketika mendapatkan penghargaan yang belum tentu semua orang bisa.

Tiara Oktavianik Kamila, Andy, Anda, Putri Sukma Pratiwi dan Karina Amelia Putri merupakan siswa-siswi yang menjadi talent pada konten tersebut tidak semerta merta mengolah menjadi bahan tontonan yang edukatif, mereka didalangi dua guru supel dan humoris masing-masing bernama Ogan Jee, Guru Matematika dan Sidik Permana yang sehari-hari mengajar Simulasi Digital di SMK Dharma Kusuma.

Keduanya memiliki tugas tersendiri. Ogan ternyata bertugas sebagai creator dan editor dalam setiap karya Putih Abu-Abu. Sedangkan Sidik bertugas sebagai tallent mendampingi segenap anak didiknya saat beraksi di depan kamera.

Di HJC ke 342 ini, Putih Abu Abu melihat, para pelaku seni di Kabupaten Cianjur perlu diberikan ruang untuk meuangkan segala kreasi, seperti even-even kesenian untuk para kaum muda.

”Sebetulnya kita sebagai kaum muda dan juga pelaku seni membutuhkan ruang untuk menuangkan segala bentuk kreatifitas, seperti dulu yang sering adanya even-even seperti musik yang tentunya dapat menjadi wadah seni bagi kaum muda,” ujar Tiara Oktavianik Kamila yang turut didampingi dua orang gurunya yakni Ogan Jee dan Sidik Permana.

Selain itu, Kabupaten Cianjur tidak perlu banyak menebar selogan-selogan yang belum tentu dapat membawa perubahan, namun bukti nyata yang harus ditonjolkan.

Kabupaten Cianjur sendiri memiliki beragam produk-produk SDM unggulan yang berkreatif, sehingga perlunya wadah untuk tempat bernaung agar tersalurkan. Sehingga jangan sampai lebih dikenal di luar Cianjur.

”Salah satu keinginan pelaku seni di Cianjur adalah tindak nyata dan bukti nyata, namun tidak hanya itu, nantinya bisa berkelanjutan yang ada pengayomnya sehingga ketika ada apa-apa pemkab bisa menjadi pelindung,” terang Sidik Permana.

Dirinya pun berharap, kedepannya Cianjur lebih maju, lebih agamis dan lebih kreatif serta memperhatikan para pelaku seni khususnya. Lanjutnya, dari harapan tersebut bukanlah sebuah buruk sangka terhadap pemerintah, namun ini sebagai bentuk harapan agar kreatifitas tidak tersendat dan berjalan sendiri.

(kim/dil/dan)