Mengenal Juara Robotik dan Atlet eSport PES Asal Cianjur yang Mendunia

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur memiliki segudang anak muda yang berbakat dalam berbagai bidang.

Bahkan Anak-anak muda di Cianjur mampu mengukir sejarah, membawa nama Cianjur semakin medunia.

Mereka sudah mampu berselancar di era 4.0. Ada juara robotik, hingga juara esport yang semakin membawa nama Cinjur mentereng.

Dalam bidang robotik, tiga siswa SMP Al-Azhar Cianjur masing-masing Rias Rasyid, Mochamad Afzal dan Danish Nufayl sudah mampu mengukir prestasi di ajang internasional. Ketiganya pernah menyabet juara II dalam kejuaraan lomba robot di Singapura pada Februari 2017.

Tiga siswa SMP Al-Azhar Cianjur masing-masing Rias Rasyid, Mochamad Afzal dan Danish Nufayl juara robotik internasional.

Ada pula, salah satu atlet Pro Evolution Soccer (PES) Indonesia, Setia Widianto asal Cipanas, Cianjur berhasil tampil gemilang di beberapa ajang kejuaraan mulai tingkat Nasional, Asia hingga Internasional.

Bukan hanya sekedar hobi saat ini, tetapi kegemarannya menjajal permainan sepakbola di PES pun ditekuni pria berusia 23 tahun tersebut dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah, dengan bermain PES satu, yang masih ’Winning Eleven’. Kemudian terus dilanjutkan hingga kuliah di Bandung.

Bagi Widi sapaan akrab dirinya, bermain PES diibaratkan sudah menjadi darah dagingnya. Karena setalah ia kuliah di Bandung, kegemarannya pun malah makin menjadi. Berteman dengan yang memiliki hobi yang sama, lantas kemudian memiliki komunitas sesama penyuka hobi, dan bahkan beberapa perlombaan kecil-kecilan pun ia dan komunitas diraihnya.

”Memang kalau dulu waktu masih kecil itu mainnya di rumah, sambil ngajak temen-temen bisa main bareng. Kalau sekarang kan Alhamdulillah sudah menginjak dewasa, dan bahkan sekarang juga lagi di Jawa timur, buat nanti ikut lomba di Thailand,” ungkapnya.

Setia Widianto Atlet eSport PES Asal Cianjur

Sangat bangga dan senang, begitu yang dirasakan pria lulusan Unikom Bandung ini. Terlebih saat ajang olahraga se-Asia 2018 lalu, yang menjadi kompetisi internasional tersebut, bisa mewakili Indonesia bersama satu teman lainnya.

Walaupun pada Indonesia eSports Championship itu, hasil yang didapat belum bisa sesuai apa yang diharapkan, dan hanya mampu hingga babak penyisihan.

”Saya memang belum bisa hingga juara di kompetisi internasional itu, hanya saja rasa bangga dan senang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lah. Soalnya gak nyangka dan pernah terbayangkan juga bisa ikut dalam sea games itu,” ungkap Setia sembari tersenyum.

Memang dulu, diakui lulusan sarjana manajemen komunikasi itu, hanya sebatas rasa hobi saja. Akan tetapi karena tekad dan semangat untuk kuliah ke Bandung pun karena ingin kenal dan bisa bergabung dalam komunitas sehobi, Widi rela meluangkan waktunya untuk mengejar cita-citanya sebagai player terbaik di PES.

Tak ada pelatih khusus pada waktu itu, hanya semangat sambil kuliah, Widi terus menggeluti PES hingga ia bisa masuk ke kejuaraan-kejuaraan tingkat yang lebih tinggi.

”Alhamdulillah saja kang, tak menyangka bisa sampai saat ini. Bahkan di Agustus nanti, saya ikut bergabung bersama tim Toyib Jatim ikut ke ajang Thailand Championship,” kata Widi.

Semua ia raih, tak lantas membuat ia membusungkan dada. Bahkan berlatih, dan terus berlatih ia lakukan. Hal ini pula yang sangat didukung oleh keluarga Widi. Hingga saat ini dirinya mampu menjadi sebagian orang yang bisa mewakili Indonesia di ajang e-sport PES.

”Mudah-mudahan saja semua cita-cita dan capaian saya ini terus bisa lancar. Saya meminta doa dari semuanya. Khusus warga Cianjur, supaya bisa menjadi pemain yang lebih baik, dan mampu membawa nama Cianjur ke kancah internasional,” tutupnya.

(kim/dil/dan)