ODGJ di Naringgul Terpaksa Dipasung

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung kembali ditemukan. Kali ini Tarsiman (39), warga Kampung Tipar, RT 02/01, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul.

RADARCIANJUR.com – Kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung kembali ditemukan. Kali ini Tarsiman (39), warga Kampung Tipar, RT 02/01, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul.

Keluarga memutuskan memasung kedua kaki Tarsiman lantaran ia sering keluar rumah dan mengamuk serta merusak barang milik orang lain. Khawatir melukai orang lain, sebuah balok kayu pun membelenggu kedua kakinya. Kini, Karsiman pun ditempatkan di dalam kamarnya.

Aep (45), kakak kandung Tarsiman menyatakan, awalnya adiknya itu hidup normal seperti orang lain. Akan tetapi, adiknya itu kerap berhalusinasi.

“Semakin kesini semakin parah. Yang cukup parah yang selama dua bulan terkahir. Halusinasinya makin parah. Enggak tahu kenapa,” ungkap Aep kepada Radar Cianjur, Kamis (11/7).

Aep menuturkan, melihat kondisi Tarsiman itu, pihak keluarga tidak tinggal diam. Bebagai upaya dengan memberikan pengobatan medis maupun non medis pun sudah ditempuh. Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil.

“Kalau dipasungnya baru dua bulan ini. Sebenarnya kasihan, tapi kami khawatir melukai orang lain,” katanya.

Sementara, Programer Puskesmas Kecamatan Naringgul, Yani Nurdayati yang dikonfirmasi membenarkan adanya ODGJ yang dipasung itu. Pihaknya juga mengakui bahwa yang bersangkutan masih dalam penanganan Puskesmas Naringgul.

“Dan sudah kita kasih obat malahan. Selama ini kalau untuk pengambilan obatnya sendiri ibunya yang ngambil,” tutur Yani.

Yani menegaskan, terkait pemasungan, pihaknya sejatinya sudah melarang keluarga Tarsiman. Tapi, anjuran itu tak indahkan.

“Kami sudah melarang untuk tidak dilakukan pemasungan terhadap pasien, namun keluarganya bersikukuh. Alasannya, si pasein sering nagamuk secara tiba-tiba,” jelasnya.

Berdasarkan data, jumlah ODGJ di Kecamatan Naringgul terdata mencapai 31 orang. Sebagian diantara pasien tersebut sudah jarang sekali menjalani pengobatan. Untuk pasien yang masih berobat secara rutin jumlahnya ada 16 orang, termasuk salah satu diantaranya adalah Tarsiman.

Sayangnya, 15 pasien ODGJ lainnya sudah jarang berobat. Bahkan ada diantara mereka yang sudah tak lagi melanjutkan pengobatan.

“Kami dari pihak petugas puskesmas sudah berupaya menyarankan kepada keluarga pasien supaya keluarga pasien melanjutkan pengobatannya kembali. Tapi kami tidak digubris” terangnya.

Yani menyambungkan, dari jumlah keseluruhan pasien ODGJ yang terdata di Puskesmas Naringgul, yang menjadi peserta BPJS jumalahnya hanya 18 orang. Sedangkan yang lainnya masih dalam pengajuan tahun ini.

“Informasi dari Dinkes akan segera mendata pasien ODGJ yang belum menjadi peserta (BPJS). Nantinya data harus dilengkapi dengan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS PBI,” pungkasnya.

(Jay)