Terapkan Pendidikan Karakter

RADARCIANJUR.com– Menanggapi rencana pemerintah pusat dalam hal ini Kememtrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait akan diterapkannya jurusan pendidikan karakter di perguruan tinggi beberapa waktu lalu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, menyetujui adanya rencana program tersebut. Pasalnya, program tersebut sangatlah bagus.

“Pendidikan karakter itu sudah ada sejak masih bayi dalam kandungan hingga dewasa, artinya pendidikan karakter itu ‘Long Life Education” pendidikan seumur hidup,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo.

Menurutnya, jika diadakannya program pendidikan karakter diterapkan. Mahasiswa perguruan tinggipun nantinya bisa belajar memahami karakter.

“Mahasiswa yang jurusan pendidikan nantinya lambat laun bisa belajar ilmu mengenai pendidikan karakter anak yang dipelajari dikampus. Kemudian diterapkan disekolahnya masing-masing karena banyak mahasiswa yang magang kerja menjadi guru,” ujarnya.

Sapturo menjelaskan, faktor penyebab anak yang sudah tidak memiliki rasa sopan santun dan menghargai orangtua maupun gurunya adalah ketahanan keluarga. Sehingga anak tersebut rapuh, kurangnya kasih sayang dari kedua orangtuanya.

“Maka dari itu, harus ditingkatkan ketahanan keluarga. Karena keluarga merupakan faktor utama dari penyebab berubahnya karakter anak. Di sinipun pemerintah sudah mencanangkan melalui gerakan ketahanan keluarga dan masyarakat, baik ditingkat RT hingga tingkat pusat,” paparnya.

Sedangkan, untuk upaya dari dewan sendiri untuk mengantisipasi hal tersebut, yakni akan bekerjasama dengan semua pihak mulai dari orangtua siswa, dinas pendidikan, pemerintah daerah dalam hal ini dinas sosial dan sekolah.

“Kami akan bekerjasama baik dengan eksekutif, legislatif serta orangtua untuk memberikan bimbingan yang baik kepada anak tersebut. Dinas pendidikan nantinya akan menggalakan program pendidikan karakter dan pembiasaan positif seperti upacara bendera, periksa kebersihan, menengok teman yang sakit, memberi salam jika bertemu dengan guru dan berdoa sebelum belajar,” ujarnya.

(riz)