Tingkat Kesadaran Warga Dalam Berkendara Masih Rendah

PENCERAHAN: Bintara Urusan (Baur) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polres Cianjur, Iptu Dede AS mengimbau kepada para masyarakat yang akan membuat SIM, agar keselematan berkendara diimplementasikan di aktifitas sehari-hari. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tingkat kesadaran masyarakat dalam berkendara, baik roda dua maupun roda empat dinilai masih cukup rendah. Bahkan, hal kecil dalam berkendara yang sejatinya cukup penting, juga banyak tak dilakukan.

Semisal penggunaan helm sampai ‘klik’ untuk pengendara roda dua atau sabuk keselamatan untuk pengendara roda empat. Padahal, hal-hal tersebut adalah demi keselamatan pengendara itu sendiri.

Tak hanya dua poin tersebut saja, namun masih ada poin lainnya yang menjadi dasar dalam berkendara yang menjadi pelengkap keselamatan. Faktor dari pengendara pun turut menjadi penyumbang faktor keselamatan berkendara. Diantaranya cara berkendara yang baik dan menaati tata tertib lalulintas.

Pada pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), masyarakat di Kabupaten Cianjur diberikan beberapa pengarahan berupa pencerahan dalam berlalulintas sebelum melakukan uji praktek dan teori. Selama kurun waktu 120 menit atau dua jam, para pemohon SIM mendapatkan berbagai ilmu untuk keselamatan berkendara.

Baur SIM Polres Cianjur, Iptu Dede AS mengatakan, pencerahan yang dilakukan bukan hanya sekedar untuk pengentahuan sematan. Namun, hal tersebut bertujuan agar para pengendara bisa tertib berlalulintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya.

“Pencerahan yang dilakukan memang cukup lumayan lama waktunya, itu bertujuan agar pengendara yang akan membuat SIM tidak semata-mata memiliki SIM saja, tapi mengerti cara berkendara yang benar dan juga menekan angka kecelakaan lalulintas,” ujarnya.

Pemaparan di ruangan Pencerahan Satuan Penyelenggaraan Administrasi SIM (Satpas) Polres Cianjur dimulai sejak pukul 9.00 WIB hingga 11.00 WIB. Selebihnya dilanjutkan dengan ujian teori dan praktek.

Lanjutnya, meskipun harus berbicara banyak mengenai tata tertib lalulintas dan berdiri lama di hadapan masyarakat, namun dirinya tak mengenal kata lelah. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mengerti dalam lalulintas.

“Tidak apa-apa meskipun harus melakukan pemaparan selama dua jam, namun itu kan jadi kewajiban saja sebagai petugas kepolisian, memberikan arahan dan mengarahkan ke hal yang lebih baik dalam berlalulintas,” tambahnya.

Masyarakat pun tidak hanya menjadi pendengar saja, akan tetapi bisa mengimplementasikan hal tersebut ke dalam keseharian ketika berkendara.

Muhamad Latif (26) salah satu pengendara sepeda motor yang sedang melakukan pembuatan SIM C pun menuturkan, dirinya menilai hal tersebut sangat bermanfaat. Meskipun terkadang rasa kantuk dan bosan menghantuinya, tetapi dirinya tetap mengikuti hingga pencerahan selesai.

“Pas lagi mendengarkan malah mengantuk dan bosan, tapi ya kan tetap kita harus mendengarkan untuk keselamatan kita juga, jadi apa yang disampaikan pak polisi bukan hanya semata-mata pemahaman saja tapi bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” tuturnya.

(kim)