Plt Bupati: Terimakasih BPJS Ketenagakerjaan

SIMBOLIS: Plt Bupati Cianjur Herman Suherman dan tokoh Forkompinda Kabupaten Cianjur melepas balon ke udara di Pendopo Pemkab Cianjur, Jumat (7/12), bertepatan dengan Hari Jadi Cianjur ke 342, sebagai apresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menjadikan Cianjur sebagai kabupaten BPJS Ketenagakerjaan dengan mengikutkan pegawai non-ASN sampai RT dan RW sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

RADARCIANJUR.com – Plt Bupati Kabupaten Cianjur Herman Suherman menyampaikan apresiasi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cianjur atas kerja kerasnya selama ini. Yakni dengan upaya menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai Kabupaten BPJS Ketenagakerjaa.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman bertepatan dengan Hari Jadi Cianjur ke-342, yang jatuh pada tanggal 12 Juli. Herman pun berharap agar peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya pada pegawai non ASN di lingkungan Pemkab Ciajur saja. Melainkan juga menggaet warga lain dari berbagai profesi.

“Hari ini, saya sampaikan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menjadikan Cianjur sebagai Kabupaten BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Herman, Jumat (12/7).

Menurutnya, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, bisa ikut mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cianjur. “BPJS Ketenagakerjaan telah membantu para pekerja, yang mana bisa menuntaskan kemiskinan dan hasil kerja keras dari BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Sementara, Kepala Kantor Cabang Pelayanan (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Cianjur, Joko Sindoro menyatakan, sampai saat ini, sudah hampir seluruh aparatur negara non-ASN di lingkungan Pemkab Cianjur sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaa.

Tak hanya itu, pegawai non-ASN di hampir seluruh Kecamatan dan Desa juga sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Alhamdulilah sudah hampir semuanya. Kami targetkan bisa 100 persen sampai akhir tahun ini,” katanya.

Ke depan, lanjut Joko, pihaknya akan merambah warga dengan profesi lain, seperti salah satunya petani. AKan tetapi, pihaknya belum bisa memastikan kapan rencana itu bisa dilaksanakan. Pasalnya, saat ini, pihaknya masih fokus menuntaskan kepesertaan untuk pegawai non-ASN di seluruh Kabupaten Cianjur.

“Karena petani kan juga memiliki risiko kerja yang sama. Apalagi, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, ada klaim yang sekaligus bisa memberikan jaminan hidup,” jelasnya.

Sampai saat ini, beber Joko, sudah lebih dari 70 persen pekerja di Kabupaten Cianjur sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kini, jumlah itu ditambah dengan seluruh aparatur desa dan kelurahan, pegawai no-PNS serta Ketua-ketua RT/RW.

“Jadi tidak pilih-pilih yang diperhatikan kesejahteraannya, tapi semuanya. Jadi mulai dari PNS, non-PNS, aparatur desa dan kelurahan, bahkan sampai Ketua-ketua RT-RW, serta masyarakat umum,” kata Joko.

(kim)