Uang Bantuan Siswa Miskin SMKN 1 Cikalong Kulon Ditilep

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur menetapkan mantan Kepala SMKN 1 Cikalong Kulon berinisial MAW sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke Lapas Klas 2B Cianjur sebagai tahanan titipan. MAW ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Kepala Kajari Cianjur Yudhi Syufriadi mengatakan, MAW telah menyelewengkan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) pada tahun 2015 lalu. MAW telah menyalagunakan kewenganganya dan melawan hukum dengan memerintahkan salah seorang guru di sekolah tersebut untuk mengambil dana BSM yang seharusnya menjadi hak siswa miskin.

“BSM itu dicairkan tunai untuk membantu siswa miskin. Tapi justru malah dipakai kepentingan pribadi,” katanya, Jumat (12/7) malam di halaman Kejari Cianjur.

Menurutnya, bersarkan hasil hitungan Inspektorat Daerah, akibat perbuatan MAW, negara mengalami kerugian sebesar Rp419 juta.

“BSM yang diselewengkan MAW untuk 1071 siswa miskin di SMKN 1 Cikalong Kulon,” terangnya.

Ia mengatakan, kasus tersebut sejatinya sudah lama ditangani oleh penyidik kepolisian. Namun Kejari Cianjur baru menerima P21 kasus tersebut.

“Kalau ditanganinya sudah lama, sejak MAW masih aktif menjabat Kepela SMKN 1 Cikalong Kulon. Sekarang ia menjabat Kepala SMKN Leles,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Cianjur Tjut Zelvira Nofani mengatakan, saat diperikasa MAW sempat membantah telah menyelewengkan BSM di sekolah yang dipimpinnya. MAW berdalih, semua dana itu hanya dialihfungsikan, bukan diselewengkan.

“Ngakunya uang itu oleh MAW dipergunakan untuk cor bangunan ruang kelas baru,” bebernya.

Menurutnya kasus tersebut harus ditindaklanjuti karena cukup bukti untuk ditingkatkan ketahap penuntutan. “Barang buktinya ada surat-surat, seperti BKU, ada juga SK dari kepala sekolah. Kalau barang bukti uangnya sudah habis,” katanya.

(dil)