Awas! HIV Mengancam Bumil dan Janin

Puskemas Cipanas melaksanakan penyuluhan serta pemeriksaan tes darah terhadap ibu hamil.

RADARCIANJUR.com – Ibu hamil sejatinya melalukan pemeriksaan dan tes darah. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir serta mencegah potensi buruk yang mungkin terjadi pada ibu hamil.

Selain itu, juga untuk mendeteksi gangguan kesehatan lainnya, seperti infeksi atau kurang darah dan mendeteksi kelainan pada janin. Atas dasar itu, Puskemas Cipanas melaksanakan penyuluhan serta pemeriksaan tes darah terhadap ibu hamil. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di sejumlah desa di Kecamatan Cipanas.

Kepala Puskesmas Cipanas, Dewi Ratih menuturkan, pemeriksaan sedini mungkin dilakukan agar para ibu hamil bisa lebih tertangani ketika dimungkinkan ada masalah pada saat masa kehamilannya.

Penyuluhan serta tes darah atau pengambilan sampel darah tersebut baru dilaksanakan di Desa Palasari, dengan mengambil sampel darah sebanyak 100 ibu hamil.

“Selain sebagai deteksi dini, diharapkan melalui pemeriksaan ini, jika ada ibu hamil yang positif terjangkit masalah, akan segera dilakukan tindak lanjut. Sehingga bisa memutus mata rantai penularan antara ibu dan anak,” terangnya, Jumat (12/7) kemarin.

Selain itu, dikatakan Dewi, supaya bisa mengetahui apakah ibu hamil mengalami penyakit seperti Hepatitis B dan C, HIV/AIDS, sifilis, dan golongan darah. Menurutnya, program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ini diharapkan bisa berjalan baik dan terasa manfaatnya oleh para ibu hamil.

“Untuk saat ini di Cipanas sendiri alhamdulillah belum menemukan masalah yang serius saat penyuluhan yang telah dilakukan tim puskesmas,” ujarnya.

Penanganan yang tepat dan cepat pun menurut Dewi, dapat dilakukan guna mencegah kondisi yang lebih serius. Untuk menentukan kapan waktu yang tepat dalam menjalani tes darah, bisa diskusikan juga bersama dokter atau bidan saat menjalani pemeriksaan kehamilan rutin.

“Tidak hanya harus menunggu ketika ada program semacam ini. Tetapi ibu hamil bisa inisiatif sendiri secara rutin memeriksakan kehamilannya atau sekedar tes darah ke bidan masing-masing,” jelasnya.

Dijelaskan Dewi, kemungkinan terjadinya infeksi HIV/AIDS pada ibu hamil itu, bisa menular ke janin selama kehamilan, saat melahirkan, atau selama menyusui. Sehingga menurutnya, sangat dianjurkan untuk menjalani tes HIV.

“Tidak perlu merasa khawatir atau sungkan melakukan tes ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, fasilitas kesehatan tempat tes HIV dilakukan akan memberikan pelayanan VCT dan menjamin kerahasiaan status pasien saat menjalani pemeriksaan HIV. Bila ternyata ibu hamil positif HIV, penanganan medis akan dilakukan untuk mengurangi risiko penularan HIV kepada bayi dan mencegah berkembangnya infeksi HIV menjadi lebih berat.

Ditambahkan Dewi, selain virus HIV dan AIDS, Hepatitis B juga dapat menyebabkan penyakit hati yang serius. Hepatitis B dapat menular dari ibu kepada janin selama kehamilan.

“Nanti akibatnya bayi memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi virus hepatitis jangka panjang dan menderita penyakit hati di kemudian hari,” kata Dewi.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu menjalani tes darah untuk mendeteksi virus hepatitis B sejak dini, dan mendapatkan pengobatan jika hasil tesnya positif. Saat lahir, bayi dari ibu yang menderita hepatitis B perlu mendapat imunisasi hepatitis B secepatnya paling lambat 12 jam setelah lahir.

“Semoga saja ketika semua ibu hamil sudah mengerti tentang apa resikonya hal tersebut, bisa secepatnya meminimalisir bahaya itu dengan segera memeriksakan kesehatannya ke setiap bidan atau dokter di puskesmas terdekat. Sehingga semua masalah yang akan datang bisa segera tertangani,” pungkasnya.

(dan)