Gelontorkan Dara Rp130 Juta, Pemdes Cibadak Bangun Kantor BUMDes

Pemerintah Desa (Pemdes) Cibadak, Kecamatan Cibeber tengah melakukan pendirian bangunan yang akan ditempati Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Kampung Pangangonan RT3/5.

RADARCIANJUR.com – Guna menopang dan mendukung perekonomian warga setempat, Pemerintah Desa (Pemdes) Cibadak, Kecamatan Cibeber tengah melakukan pendirian bangunan yang akan ditempati Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di Kampung Pangangonan RT3/5.

Lokasi kantor BUMDes berukuran lima kali delapan meter tersebut, dibangun di atas tanah milik desa dengan total biaya mencapai Rp130 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019.

Kepala Desa Cibadak, Elan mengatakan, tujuan dibangunnya gedung BUMDes tersebut tidak lain adalah untuk kepentingan warga. Karena itu, pihaknya berharap agar nantinta BUMDes tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga secara baik dan benar dengan pengelolaan yang baik pula.

“Mudah-mudahan bisa tercapai apa yang diharapkan sesuai cita-cita, agar desa ini bisa maju dan berkembang,” katanya, kemarin.

Ia menerangkan, hasil dari BUMDes itu juga nantinya akan dikembalikan kepada warga. Rencananya, pihaknya akan memberikan modal usaha kepada para pengusaha kecil atau perajin alat kesenian seperti pembuatan gamelan dan ukiran.

“Ya supaya bisa lebih dikembangkan, jadi potensi yang dimiliki bisa bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” terangnya.

Sebelumnya, jelas Elan, pihaknya sudah menggelar musyawarah dengan masyarakat. Hasilnya, disepakati bahwa perlu adanya pengembangan potensi desa, yang sekaligus bisa mengangkat perekonomian warga.

“Kami memang sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, apa saja potensu yang bisa menjadi usaha. Intinya, warga meminta agar bisa memberikan manfaat kepada warga,” katanya.

Asep (38), salah seorang warga setempat mengaku sangat mendukung sekali dan setuju adanya pembangunan kantor BUMDes tersebut. Pasalnya, potensi atau aspirasi warga bisa tersalurkan dengan baik, sekaligus memberikan manfaat yang berujung pada perputaran ekonomi.

“Terlebih warga juga memiliki kreatifitas atau bakat dalam bidang usaha,” katanya.

(mat)