Punya Kantor PTSP, Pengadilan Agama Cianjur ‘Permudah’ Gugat Cerai

Sekretaris Dirjen Badilag Arif Hidayat meresmikan kantor PTSP di Pengadilan agama Cianjur. Foto Fadilah Munajat Munajar/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pengadilan agama Cianjur resmi memiliki kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Peresmian kantor tersebut ditandai dengan gunting pita yang dilakukan oleh Sekretaris Dirjen Badilag Arif Hidayat (12/7).

Menurut Arif Hidayat, pembangunan kantor PTSP ini sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya pelayanan satu pintu ini, semoga pelayanan lebih maksimal, transparan dan akuntable sehingga masyarakat bisa lebih nyaman,” ujarnya.

Arif mengatakan, sebelum adanya PTSP, warga harus bolak-balik jika ada keperluan. Seperti ke bank yang ditunjuk untuk membayar biaya persidangan. Dengan adanya PTSP, kata Arif, bank menjadi satu di satu lokasi, sehingga bisa langsung dilakukan pembayaran di tempat.

“Begitu pula dengan tahapan tempel materai yang sebelumnya harus ke pos. Sekarang ada di sini posnya. Jadi warga tak perlu bolak-balik lagi,” terangnya.

Ia mengatakan, pelayanan terpadu satu pintu ini merupakan program Mahkamah Agung (MA) untuk memberikan program pelayanan yang baik bagi warga. “Jadi ini program Mahkamah Agung, semua peradilan harus memiliki pelayanan terbaik bagi warganya,” jelasnnya.

Saat ini, lanjut Arief, kasus percerian yang ditangani Pengadlan Agama Cianjur menunjukkan peningkatan. Dengan demikian, peningkatan status menjadi Pengadilan Agama Klas 1A masih harus dipersiapkan sejak dini.

Selain itu, masih banyak persyaratan khusus lain yang harus lebih dulu dipenuhi. Saat ini, pihaknya juga sudah menyampaikan usulan kenaikan status pengadilan agama ke Jawa Barat.

“Pengadilan Agama Jawa Barat telah menerima usulan kenaikan kelas dari Pengadilan Agama Cianjur,” katanya.

Sementara, Ketua Pengadilan Agama Jabar Taufiq HZ menambahkan, untuk wilayah yang kasus perceraiannya ditangani pengadilan agama di Jawa Barat bukan di Cianjur. Untuk posisi tiga besar angka perceraian tertinggi di Jabar, adalah Indramayu disusul Ciamis dan Kota Bandung di posisi ketiga.

Sementara jumlah kasus percerian di Kabupaten Cianjur, karena masuk ke pengadilan kelas 1B, maka angka perceraian masih ada di peringkat tengah.

“Angka kasus perceraian tertinggi ada di Kabupaten Indramayu, disusul Ciamis dan Kota Bandung untuk Pengadilan Agama klas 1A,” tutur Taufik.

(dil)