Makam Penyebar Islam di Cipanas Tak Terawat, Begini Kondisinya

Makam Karomah Eyang Jamhar. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Makam Karomah Eyang Jamhar yang menjadi salah satu makam keramat di Kampung Tarigu, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, kondisinya kurang terawat akibat keterbasan dana. Hal tersebut dikeluhkan warga, yang memang akhir-akhir ini para peziarah yang datang sudah mulai ramai kembali.

Fasilitas pendukung seperti akses jalan dan tempat berkumpul para peziarah juga masih belum dibangun, bahkan jauh dari kondisi layak untuk para pengunjung. Untuk menuju ke situs bersejarah tersebut hanya bisa dilintasi dengan cara berjalan kaki, karena jalan masuk menuju ke makam hanya berupa batasan kebun milik warga.

Kuncen yang sekaligus warga Kampung Tarigu Jajang (50) mengatakan, ingin adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat. Karena makam tersebut merupakan salah satu makam keramat di Cipanas.

“Jalan masuk dari tepi jalur Mariwati berada di pinggir saluran irigasi dan hanya cukup untuk sepeda motor. Itupun mesti disimpan di rumah warga, karena untuk menuju ke makam mesti berjalan kaki,” kata Jajang saat ditemui dirumahnya, Minggu (14/7).

Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan seperti mobil dan motor, tidak bisa langsung menuju makam, harus berjalan kaki sekitar 100 meter menuju ke lokasi makam. “Makam keramat sendiri berada di ‘Lebak Pasir’ (turun bukit, red) sehingga harus jalan kaki dari depan gapura Kampung Tarigu sekitar 100 meter,” jelasnya.

Ia mengatakan, para peziarah yang datang pun sudah mulai ramai. Bahkan setiap malam Senin dan malam Jumat yang bertepatan dengan kliwonan, lokasi makam sering dipenuhi puluhan peziarah dari berbagai daerah.

Menurut Jajang, Eyang Jamhar merupakan generasi pertama di wilayah Kampung Tarigu, Desa Sindanglaya yang menjadi penyebar Islam di wilayah Cipanas.

“Eyang Kobul diperkirakan hidup pada abad ke-17 Masehi dengan menyebarkan Islam di sekitar Sindanglaya, Cipanas, Balakang, dan perbatasan Cibodas saat ini,” kata dia.

Aktivitas kunjungan umumnya untuk berziarah sekaligus berdoa, berzikir, dan meminta karomah dari sang pencipta dengan langsung datang ke makam Eyang Jamhar. Kendati belum terlalu banyak dan setiap hari, tetapi peziarah yang datang justru dari luar daerah Cipanas.

“Kalau yang berziarah itu cukup banyak, bahkan beberapa dari luar kota seperti Sukabumi, Banten, Cikalong, dan wilayah luar Cipanas juga sering datang,” kata Jajang.

Senada diucapkan Ustadz Jaira, Tokoh Agama di Kampung Tarigu menginginkan segera ada kucuran dana bantuan dari pemerintah setempat. Karena makam ini dinilai cukup bisa berdampak pada potensi ekonomi warga.

“Kan kalau sudah difasilitasi dari segi akses jalan, serta tempat yang layak di dekat makam, InsyaAllah kedepannya makam keramat ini akan lebih ramai dikunjungi peziarah,” kata ustadz.

Sementara ini, dikatakan Ustadz, makam Eyang Jamhar tersebut banyak didatangi untuk meminta karomahnya. Bahkan beberapa peziarah ada yang sampai bermalam, karena dianggap bisa memberikan sesuatu yang lebih berkah.

“Jika misalnya ada informasi menyimpang yang menyebutkan situs makam Eyang Jamhar ini untuk sesuatu yang mistis, itu tidak benar. Karena mengunjungi makam ini betul-betul untuk berziarah dan mendoakan ulama terdahulu, bukan untuk mencari kekayaan,” tuturnya.

(dan)