Besaran UKT Perlu Diketahui Pendaftar

RADARCIANJUR.com– Informasi mengenai besaran uang kuliah tunggal (UKT) sangat dibutuhkan para pendaftar seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur mandiri.

Jalur ujian mandiri menjadi alternatif terakhir bagi yang gagal lolos SBMPTN 2019 (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2019).

Diketahui, dari 714.652 pendaftar SBMPTN 2019, hanya 23,61 persen yang lolos. Praktis, ada sekitar 545.910 peserta yang gagal.

”Kondisi jalur ujian mandiri menjadi ajang komersial harus semaksimal mungkin diantisipasi,” tegas Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Nasir tidak menampik adanya isu praktik komersial muncul dari kampus-kampus yang menggelar jalur ujian mandiri. Calon mahasiswa lolos dengan syarat membayar biaya uang kuliah tunggal lebih. Cara tersebut tentu dianggap sebagai ajang kampus negeri mencari uang.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, lanjut Nasir, akan melakukan evaluasi dari program studi (prodi) yang kerap menjadi incaran tertinggi calon mahasiswa. Juga, akan menyasar prodi yang dibutuhkan untuk dunia kerja (vokasi).

Jurusan lama seperti kedokteran, ilmu kemasyarakatan, ilmu komunikasi, dan teknik diprediksi masih tinggi peminat. Peluang masuk bisa lebih besar jika peserta memilih jurusan yang baru dibuka. Nasir menyebut saat ini ada 147 program studi S-1 baru.

”Silakan masing-masing PTN mulai membuka jalur mandiri. Tapi saya ingatkan, jangan sampai jalur mandiri ini dijadikan ajang komersialisasi,” kata Nasir kembali menegaskan.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, beberapa PTN membuka seleksi mandiri. Contohnya, Universitas Indonesia (UI) akan menggelar SIMAK UI pada 10 Juni hingga 10 Juli 2019. Demikian juga beberapa PTN lain.

”Di ITB yang menerima 4.200 mahasiswa baru, 20 persennya diambil dari jalur mandiri,” ujar mantan Rektor Universitas Diponegoro itu.

Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi membenarkan kampus yang dipimpinnya membuka jalur ujian mandiri. Kampusnya berprinsip bahwa jalur mandiri bukan untuk menggalang dana. Melainkan untuk tetap memberi kesempatan bagi siswa yang masih bertekad kuliah dan kurang mampu secara ekonomi.

Sebab, kasus yang dihadapi setiap anak berbeda. Tidak melulu gagal pada SNMPTN maupun SBMPTN. Ada yang sudah diterima SBM PTN tapi ngakunya salah jurusan. Asal memilih prodi yang penting diterima negeri pada jalur sebelumnya.

(jpg)