Kasus Ijazah Palsu Caleg, Ada Satu Tersangka Baru?

JPU membacakan tuntutan saat persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Usai putusan vonis bersalah kepada calon anggota legilatif DPRD Kabupaten Cianjur berinisial DF yang menggunakan ijazah palsu, satu orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka terhadap salah satu pejabat teras salah satu parpol berinisial PS itu dilakukan sebagai runtutan atas kasus yang menjerat DF. DF sendiri divonis dengan hukuman penjara satu tahun empat bulan dan denda Rp20 juta subsider kurungan.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Tatang Sumarna yang dikonfirmasi membenarkan kabar adanya tersangka baru terkait kasus ijazah palsu tersebut. PS, kata Tatang, diduga kuat terlibat dalam proses pelolosan DF sebagai caleg pada Pemilu 2019 lalu.

“Diduga ada keterlibatan PS dalam penggunaan ijzah palsu tersebut,” katanya, Selasa (15/7/2019).

Akan tetapi, Tatang enggan berkomentar lebih jauh terkait penetapan tersangka PS itu. Pasalnya, kasusnya sudah diserahkan kepada Polres Cianjur.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto tak membantah kabar penetapan status tersangka kepada PS. Sayangnya, Budi juga enggan berkomentar banyak.

Akan tetapi, pihaknya memastikan bahwa penetapan tersangka terhadap caleg terpilih DPRD Kabupaten Cianjur itu masih berhubungan dengan kasus ijazah palsu DF.

“Saat ini masih dalam proses sidik,” singkatnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cianjur menjatuhkan vonis bersalah kepada DF dalam sidang putusan yang digelar di PN Cianjur, Jalan Dr Muwardi (Bypass) pada Jumat (12/7) pekan lalu.

Majelis hakim menyatakan DF terbukti menggunakan ijazah palsu untuk pencalonannya sebagai caleg DPRD Kabupaten Cianjur di Pemilu 2019 lalu. DF sendiri menyatakan menerima putusan Majelis Hakim dan tak akan mengajukan banding.

“Saya terima putusannya,” ucapnya.

(dil)