Ada Tambang Legal di Cibeber Lakukan Pelanggaran Administrasi

DISIDAK: Salah satu tambang di Kampung Cikole Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber menyalahi aturan pengalihan izin ke perusahaan lain. FOTO: FKCB For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kantor Cabang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah 1 Cianjur melakukan sidak setelah menerima aduan warga Kampung Cikole, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber.

Aduan tersebut dikarenakan adanya pelanggaran administrasi perizinan yang dipindahtangankan dari pihak pertama pemilik lahan dan izin pertambangan, kepada pihak kedua yang mengelola.

Pihak pertama sebagai pemiliki lahan sekaligus izin yakni Saman, memberikan izin pengelolaan tersebut kepada PT. TBA. Sementara pelaporan warga itu diantaranya dipicu rusaknya sejumlah akses jalan dan meluasnya wilayah pertambangan di luar wilayah izin operasi pertambangan (WIOP).

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Forum Komunikasi Cibaregbeg Bersatu (FKCB), Rijal Tamami mengatakan, pihaknya menyampaikan keluhan warga kepada pihak ESDM Wilayah 1 Cianjur agar bisa ditindaklanjuti.

“Kita bersama dengan warga lainnya berharap bisa memberikan tindakan tegas atas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lapangan. Namun nyatanya bukan hanya pelanggaran yang mengakibatkan kerusakan. Ditemukan pula adanya peralihan izin tambang setelah ditelusuri pihak ESDM,” ujarnya.

Pihaknya bersama warga lainnya pun meminta kejelasan untuk pertanggungjawaban atas tuntutan warga agar permasalahan tersebut tidak menggantung.

Sementara itu, Kepala Seksi Sumber Daya Mineral Kantor Cabang ESDM Wilayah 1 Cianjur, Wahyu Gunawan mengungkapkan, pihaknya mendatangi pertambangan untuk mengetahui kejelasan dari permasalahan yang terjadi.

Ternyata, setelah ditelusuri bukan terkait tambang ilegal. Namun adanya tambang legal yang melakukan pelanggaran administrasi yakni berupa peralihan izin.

“Ternyata permasalahan yang terjadi bukan terkait tambang ilegal, tapi ini permasalahan izin yang dipindah tangankan serta beberapa kerugian yang dialami warga sekitar juga,” bebernya.

Melihat hal tersebut, pihak ESDM akan memberikan teguran kepada pemilik lahan melalui surat peringatan berupa pemberhentian sementara atau selamanya. Namun, sanksi tersebut bisa dicabut.

Selama pemilik lahan bisa memenuhi kewajiban dan dari peninjauan sebelumnya terdapat hasil yang bisa menjadi penangguhan dari surat peringatan.

“Pihak kami (ESDM, red) tidak bisa menindak, tapi kalau untuk bagian menindak itu pihak penegak hukum. Kita hanya melakukan pendataan pertambangan ilegal dan legal. Sehingga untuk penindakannya kita sampaikan kepada pihak berwajib,” jelasnya.

Di Kabupaten Cianjur, dari data Kantor Cabang ESDM Wilayah 1 Cianjur, terdapat 11 tambang ilegal. Untuk penindakan nantinya akan dilakukan setelah pihak ESDM memberikan surat rekomendasi kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian.

(kim)