Balon MPLS Terbang dari Bandung Meledak di Cianjur, Delapan Warga Alami Luka Bakar

GARA-GARA BALON: Delapan Warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang menjalani perawatan medis di Puskesmas Cugenang kemarin. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Balon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari Bandung terbang di langit Cianjur. Kemarin siang, balon yang berasal dari Kabupaten Bandung itu turun di tengah masyarakat. Saat hendak diambil warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Cugenang sekitar pukul 12:30 WIB, sejumlah balon itu justru meledak dan membuat delapan warga mengalami luka-luka.

Insiden yang menyebabkan jatuhnya korban di kalangan masyarakat ini terjadi di Kampung Tunagan RT01/RW04, Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang. Satu rangkaian balon gas yang dilepas dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bandung meledak, setelah diterbangkan sekitar empat jam lebih dari Bandung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cianjur, semburan api dan bahan gas yang terkandung dalam balon tersebut, menyebabkan delapan warga termasuk anak-anak mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, dan dada.

Salah seorang korban yang mengalami insiden tersebut yakni Ratnasih (47). Ibu yang sudah memiliki cucu ini mengalami luka bakar di bagian tangan kirinya setelah bersama-sama warga lain ikut heboh karena adanya balon yang mendarat di tengah-tengah pemukiman warga.

“Memang waktu itu saya ikut-ikutan dengan warga yang lain untuk mengambil balon yang mendarat di tengah gang warga. Karena niatnya itu tadinya untuk diberikan ke cucu saya. Eh tiba-tiba balonnya meledak,” ungkap Ratnasih sembari diperiksa dokter, Selasa (16/7).

Menurutnya, kejadian yang dialaminya tersebut menjadi pengalaman yang cukup berarti. Karena selain sebagai korban, ia dan warga yang terkena dampak pun jadi mengerti dampak daripada sebuah balon itu bisa melukai bahkan berakibat cukup fatal. “Karena warga kan melihat banyak balon seperti itu, jadi sesuatu yang menarik dan mengundang sesuatu untuk diburu. Makanya warga sangat bersemangat buat ngambil balon itu,” kata dia.

Sementara itu, Wakasek SMA Karang Arum Calengkrang Kabupaten Bandung, Ivan Masdudin mengatakan, pihak sekolah sangat prihatin atas kejadian yang menimpa sejumlah warga di Cianjur ini. Karena memang hal tersebut murni di luar rencana dan niatan dari pihak sekolah.

“Kami sungguh tidak merencanakan akan adanya penerbangan balon ke udara. Hanya saja waktu itu memang secara spontan pihak sekolah membeli balon gas yang ada di sekitaran sekolah. Karena memang waktunya kan sedang masa orientasi siswa. Jadi supaya ramai saja,” paparnya kepada wartawan di kantor Desa Wangunjaya.

Selain itu, pihak sekolah pun sudah melakukan mediasi kepada sejumlah korban serta pihak pemerintah setempat. Dengan memberikan bantuan berupa pengobatan, maupun santunan berupa uang yang nominalnya masing-masing berbeda-beda. “Besar kecilnya bantuan, sudah kami sepakati. dan pihak korban maupun pemerintah setempat pun tidak akan melakukan tuntutan apapun kepada pihak sekolah,” jelasnya.

Pihak sekolah juga sangat memohon untuk dilakukan klarifikasi yang sejelas-jelasnya kepada sejumlah pihak yang merasa telah memposting terkait peristiwa yang menimpa sekolah. Pasalnya, ada beberapa akun media sosial juga yang memang mengatakan dan terus membagikan peristiwa ini secara luas. “Kami mohon untuk semua kalangan masyarakat untuk tidak dibagikan lagi foto-foto yang mengaitkan peristiwa ini secara negatif,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang, Tasman Kurniawan mengatakan, bentuk perhatian yang diberikan pemerintah desa adalah dengan memfasilitasi para korban yang terdampak untuk dibawa ke puskesmas terdekat dengan menggunakan ambulan desa. “Pada waktu itu, Pemdes membantu korban untuk segera ditangani pihak medis. Termasuk melakukan komunikasi kepada pihak sekolah atas kejadian ini,” tuturnya.

Selanjutnya ia menuturkan, berdasarkan data yang diterima Pemerintah Desa Wangunjaya, ada delapan warga yang terkena dampak luka bakar. Yakni, Titin (35), Nisa (7), Ati (26), Aisyah (28), Royani (48), Ratnasih (47), Ani (7), serta Hamdani (4). “Untuk dugaan sementara memang kami belum mengetahui persis penyebabnya bisa meledak. Hanya mungkin karena mendaratnya di tengah gang, bisa jadi karena ada pagar yang cukup tajam sehingga balon itu jadi meledak dan merembet semua,” paparnya.

Selain itu, dalam penanganan terhadap warga, Pemdes sangat menghargai adanya itikad baik dari pihak sekolah untuk datang dan melihat langsung kondisi yang memang terjadi di wilayah desanya. “Mudah-mudahan saja peristiwa semacam ini tidak akan terulang kembali di daerah-daerah lain. Walaupun ini kan bukan kehendak kita semua,” tutupnya.

(dan)