Krisis Air Bersih, Warga Cikahuripan Andalkan Satu Sumur Darurat

Ketua Rw 02 Desa Cikahuripan Ading Soma Wijaya sedang memeriksa keadaan sumur darurat.

RADARCIANJUR.com – Memasuki musim kemarau, warga Kampung Jati, RW 02, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini hanya mengandalkan satu-satunya sumur darurat di wilayah tersebut.

Sumur darurat itu sendiri menjadi satu-satunya sumber air yang masih menyediakan air bersih saat datangnya musim kemarau. Tak hanya itu, warga juga terpaksa mengantre dengan membawa jerigen atau ember untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang didapat Radar Cianjur di lokasi, krisis air bersih itu sejatinya selalu dialami setiap musim kemarau. Namu, sejak dua tahun terakhir, debit air di sumur darurat makin lama makin sedikit. Sedangkan kondisi kekeringan di sumur-sumur warga makin menjadi.

Alhasil, satu-satunya sumur yang menjadi harapan warga untuk mendapatkan air bersih itu tak bisa mencukupi kebutuhan air untuk sekitar 200 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Ketua RW 02, Desa Cikahuripan, Ading Soma Wijaya mengatakan, hingga saat ini permasalahan pemenuhan air memang menjadi problem utama warganya. “Sumur warga disini memang kalau musim kemarau selalu kering,” ungkapnya, Rabu (17/7).

Untuk mendapatkan air bersih, sambungnya, setiap hari sejak pagi sampai sore, banyak warga yang mencuci pakaian dan perlengkapan memasak di sumur darurat yang disedot menggunakan pompa air milik salah seorang warga untuk kebutuhan mandi di rumah masing-masing.

“Iya semua warga ke sini ngambil airnya,” katanya.

Hal itu diamini Wulan (48), salah satu warga. Bahwa keringnya sumur-sumur warga di wilayah itu sudah terjadi sejak sebulan yang lalu. Saat ini, warga hanya mengandalkan sumur darurat yang terletak di pinggir pemukiman warga.

“Tiap hari nyuci di sini. Kalau di rumah ada kamar mandi, tapi airnya nggak ada,” bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Cikahuripan, Irwan Kustiawan mengatakan, krisis air bersih di Desa Cikahuripan adalah masalah bersama sehingga harus pula diatasi bersama-sama.

“Harus bersama-sama peduli, bagaimana mengkonsumsi air secara bijak, tidak mencemari air, tanah. Untuk itu perlu dilakukan penanganan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat,” katanya.

Irwan menjelaskan, ada sekitar 200 kepala keluarga di Desa Cikahuripan yang sulit mendapatkan air bersih. Untuk mengatasi hal itu, selain telah menggarkan dari APBdes, juga telah mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Gekbrong untuk ikut berpartisipasi menagani masalah ini.

“Sebenarnya permasalahannya cukup kompleks. Bukan hanya soal sumber airnya saja, tapi juga sarananya,” terangnya.

Lanjut Irwan, pihaknya juga saat ini tengah berupaya agar warga Desa Cikahuripan tidak dilanda krisis air bersih. “Di sini PDAM belum tersedia. Tapi untuk menangani air ini, kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengawal tersalurnya air,” pungkasnya.

(dil)