450 Prajurit Yonif Raider 300 Brawijaya Jaga Perbatasan Indonesia-Papua

CEK KESIAGAAN: Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip Warsito bersama dengan Pangdam III/ Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono melakukan pemeriksaan kesiapan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG di Yonif Raider 300 Brajawijaya.

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 450 prajurit dari Yonif Raider 300/BJW siap diberangkatkan untuk menjalani tugas menjaga perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Papua. Ratusan prajurit tersebut akan menjalani tugas negara selama sembilan bulan.

Pengecekan terakhir kesiapan tugas operasi pengamanan perbatasan itu dilakukan Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito didampingi Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono.

Ganip Warsito menyatakan, setelah satu per satu mengecek kesiapan prajurit dan kelengkapan, ia menilai seluruh prajurit siap dan dinyatakan layak untuk menjalani tugas operasi.

“Semuanya siap, prajurit siap, perlengkapan juga siap,” tuturnya di Markas Yonif Raider 300/BJW, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (18/7).

Ganip juga mengingatkan, selama menjalani tugas di perbatasan, para prajurit diperintahkan untuk menjaga nama baik kesatuan, bangsa dan negara. Sebab, mereka akan berhadapan langsung dan tidak langsung dengan negara tetangga, yakni Papua Nugini.

“Oleh karena itu, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 300/BJW ini merupakan etalase dari seluruh prajurit TNI. Kehebatan dan profesionalitas akan dilihat langsung negara lain,” tegasnya.

Sejumlah hal menjadi prioritas dalam penugasan tersebut. Selain keamanan, juga menghalau potensi adanya penyelundupan narkoba, senjata, serta eksplotasi kekayaan alam Indonesia oleh negara lain.

“Itu potensi yang ada, jangan sampai terjadi,” ucapnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa para prajurit bukan hanya melaksanakan operasi pengamanan, tapi juga merebut hati rakyat. Untuk itu, apabila nantinya menemui masyarakat yang kurang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, para prajurit wajib membantu.

Sebab, permasalahan sosial dan terotirial sejatinya tidak lepas dari jiwa prajurit TNI.

“Jadilah tentara rakyat, tentara nasional, dan jadi tentara profesional. Saya yakin kalian bisa, karena kemampuan sudah ada di diri seluruh prajurit sejak lahir,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Ganip juga berpesan, dalam setiap menjalankan tugas dan membatu rakyat, hendaklah dijadikan sebagai ladang amal.

“Prajurit satgas harus mematuhi aturan dan hukum serta protap satuan yang berlaku. Gunakan naluri dan berhasil jadi yang terbaik dalam tugas,” jelasnya.

(kim)