Tegakan Demokrasi Selamatkan Bangsa dari Radikalisme dan Hoax

RADARCIANJUR.com-Dalam rangka Pertemuan Forum Silaturahmi Tokoh Kebangsaan, Cianjur Intellectual Foundation (CIF) mengadakan kegiatan dialog kebangsaan bertajuk Tegakan Demokrasi Selamatkan Bangsa Dari Radikalisme Serta Hoax yang bertempat di cafe Depdoo, Cianjur. Jumat (19/07) siang.

Kegiatan ini dihadiri oleh 57 peserta lintas kalangan dan lintas OKP Se-Kabupaten Cianjur dan dihadiri juga beberapa narasumber seperti dari Kesbangpol Cianjur, Tatang selaku Sekdis, Hilman Wahyudi Ketua Komisioner KPU Cianjur, Wildan Efendi Selaku Tokoh Muda NU Cianjur dan Engkus sebagai staf KOMINFO Cianjur.

Ketua pelaksana kegiatan, Fardan Abdul Basith menuturkan, tujuan dari kegiatan ini terciptanya suasana kondusif dan aman dari radikalisme dan hoax dan ini perlu ditopang oleh kegiatan produktif juga pemuda harus mampu menjadi garda terdepan dalam meredam potensi konflik.

“Masyarakat harus diarahkan untuk berfikir rasional dalam memaknai paham berbangsa dan bernegara pada konteks demokrasi yg beradab.” Ujarnya.

Fenomena yang terjadi saat ini perlu disikapi dengan bijak, segala sesuatu yang dianggap kurang tepat diharapkan tidak terlalu ditanggapi dengan sesuatu yang berlebihan. Terutama arus informasi yang cepat perlu disikapi dengan bijak dan penuh hati-hati.

“Kegiatan ini merupakan upaya yg dilakukan oleh Komunitas Cianjur Intellectual Foundation untuk meredam konflik di masyarakat dan menghimbau pemuda maupun masyarakat untuk tidak terjebak pada isu2 hoax,” tambah Fardan.

Ideology kita, yaitu Pancasilasudah merangkum demokrasi dan kebebasan bagi warga negara dalam bentuk yang harmoni yang tetap berada dalam naungan musyawarah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dari dulu sudah diterapkan oleh para pendahaulu kita.

Fardan berharap, para pemuda yang hari ini sebagai agen of change, harus mampu benar-benar menjadi kelompok yang mampu membantu dan memberikan manfaat bagi semua masyarakat khususnya dalam menangkal hoax dan mencegah adanya kebenaran tunggal.

“Karena setiap orang pasti memiliki potensi untuk melahirkan kebenaran,”harapnya.

Ketua Komisioner KPU Cianjur,Hilman Wahyudi menambahkan, bahwa kelompok yang memiliki pemahaman seperti ini, mereka tidak mau pemahamanya di uji dalam ruang public. Sehingga menurutnya, dalam membangun Cianjur kedepan dalah dengan menguji pemahamn setiap intelek Cianjur.

“Melalui ruang publik dengan menggunakan rasionalitas dan menyingkirkan pandangan-pandangan ekslusitif (menutup kebenaran dari orang lain).

Hoax adalah virus berbahaya yang tidak sehat untuk akal sehat kita. Pengguliran hoax ke ruang publik perlu diuji oleh masyarakat, bisa dibedah melalui diskusi-diskusi kecil dan ketika hoax tersebut tidak benar, maka perlu kita waspadai apa tujuan dari para pembat dan penyebar hoax tersebut. Dan hoax tidak baik bagi siapapun, oleh karena itu harus dilawan,”ucap Hilman.

Hilman juga menambahkan Hoax dalam perundan-undangan diatur dalam undang ITE dimana beberapa pasal menyebutkan dengan jelas dampak dan akibat bagi penyebar hoax diancam maksimal 6 tahun penjara dan denda sebesar 1 Milyar.