Alhamdulillah, Akhirnya Raisya Bisa Sekolah

SUDAH MULAI SEKOLAH: Raisya sudah mengenakan semua perlengkapan sekolah barunya kemarin pagi saat dijemput Kabid SD Disddikbud Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi untuk masuk sekolah di SDN Kebon Jeruk. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tersenyum kembali. Raisya Nur Apriliani (7) kini tampak lebih ceria dibanding sebelumnya. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan Bubun (45) dan Enung (42) ini bisa menggunakan seragam sekolahnya lengkap dengan sepatu hitam bergaris putih dan tas merah mudanya karena sudah bisa sekolah di SDN Kebon Jeruk, Cilaku.

Kemarin (19/7) Raisya yang didampingi ibundanya yang menggendong adiknya dijemput Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi di kediamannya di Kampung Ciharashas, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku sekitar pukul 08.00 WIB. Kabid SD Disdikbud Kabupaten Cianjur turut berjalan kaki menuju SDN Kebon Jeruk yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Tiba di SDN Kebon Jeruk. Raisya bersama ibunya duduk di ruang kepala sekolah yang turut didampingi oleh Camat Cilaku Dadi Rustandi, Kabid SD Disdikbud Kabupaten Cianjur dan Kasi Kelembagaan, Sarana dan Sarana Data, Hendar Munadi.

Ibunda Raisya menjelaskan perihal apa yang terjadi, sehingga anaknya tidak bisa masuk ke SDN Kebon Jeruk. Dirinya mengakui keterlambatan pengembalian formulir yang diterimanya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya informasi mengenai penerimaan siswa baru pada tahun ini dengan sistem zonasi. “Jujur saya sama sekali tidak mengetahui apa itu zonasi, saya pikir tata cara mendaftarkan anak itu sama seperti sebelum-sebelumnya,” ujar Enung, ibunda Raisya.

Enung pun menjelaskan mengenai keinginan anaknya untuk bersekolah sembari menahan tangis. Penjelasan ibu dari lima orang anak ini didengar oleh Kepala SDN Kebon Jeruk, Camat Cilaku, Kabid SD Disdikbud, Kasi Kelembagaan, Sarana dan Sarana Data.

Sementara pihak sekolah dalam hal ini Kepala SDN Kebon Jeruk pun turut angkat bicara. Nama Raisya sebelumnya belum masuk dalam data panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) SDN Kebon Jeruk. “Perihal calon peserta didik yakni Raisya Nur Apriliani yang kebetulan belum bisa diterima sebagai peserta didik kami, yang pada waktu pendaftaran kemarin diakibatkan oleh keterlambatan orang tua murid dalam mengembalikan formulir peserta didik kepada pihak panitia PPDB,” ujar Kepala SDN Kebon Jeruk, Ponco Satrio.

Lanjutnya, sehingga pada saat pendaftaran peserta didik itu ditutup. Panitia PPDB tidak menerima infomasi sedikit pun mengenai biodata Raisya dan tidak terdaftar sebagai peserta didik baru di SDN Kebon Jeruk.

Dirinya pun baru mengetahui usia Raisya yang genap tujuh tahun. Jika orang tua Raisya tidak telat, kemungkinan besar nama Raisya menjadi prioritas utama. Pasalnya, mengingat usia Raisya yang genap tujuh tahun masuk dalam kategori prioritas.

Ia mengungkapkan, mengenai usia, ia baru mengetahui usia Raisya saat ini tujuh tahun ketika kegiatan pembelajaran sudah berjalan lima hari. Seharusnya, apabila formulir itu sudah sampai ke tangan panitia PPDB sebelum waktu pendaftaran ditutup maka Raisya bisa diterima. “Secara otomatis melalui aplikasi yang dibuat, Raisya berada di posisi atas. Karena kami menyusun calon peserta didik baru berdasarkan usia, itu sudah menjadi keharusan sesuai dengan pedoman dari Disdikbud,” terangnya.

Sebelumnya, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sudah menerima laporan terkait hal tersebut dan langsung memberikan ditindaklanjuti.
“Informasi sudah saya terima dan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Kadisdikbud Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin yang menerima informasi dan mendapatkan instruksi. Secara langsung mengkomunikasikan hal ini kepada Kabid SD Disdikbud Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi.

Kabid SD Disdikbud Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi mengatakan, dirinya mengupayakan Raisya untuk bersekolah. Pasalnya, di samping dirinya sebagai pejabat daerah harus turut serta dalam memberikan pelayanan dan jalan keluar untuk masyarakat terlebih dalam bidang pendidikan. “Ini menjadi tanggungjawab saya dan tentunya jangan sampai tidak bersekolah. Mulai hari ini (kemarin, red) Raisya sudah bisa mulai sekolah,” terangnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat, Ester mengungkapkan, SD menjadi kewenangan pemerintah daerah dalam hal ini Disdik di kabupaten setempat. “Anak usia sekolah, harus bersekolah. Insan pendidikan dan pemangku kebijakan, wajib memberikan layanan,” tegasnya.

(kim)