PSIS vs Persib, Awas! Lubang Vital di Lini Belakang

RADARCIANJUR.com – Persib Bandung Jumat (19/7) kemarin sore berangkat menuju Magelang untuk persiapan lawan PSIS Semarang, Minggu (21/7). Jumlah pemain yang diboyong belum dirilis secara resmi. Namun, sudah dipastikan Persib akan berlaga tanpa Bojan Malisic dan Achmad Jufriyanto.

Pasalnya, Jupe dan Bojan Malisic tak bisa main akibat terkena hukuman disiplin saat menghadapi Kalteng Putra, Selasa (16/7) lalu. Jupe terkena akumulasi kartu kuning, Bojan Malisic terkena dua kartu kuning langsung.

Ada waktu sehari bagi sang pelatih, Robert Rene Alberts untuk menentukan dua pemain belakang pengganti mereka yang absen. Peluang terbesar ada pada pemain muda Indra Mustafa dan bek senior Saepuloh Maulana.

Meski demikian, Robert harus benar-benar mengasah performa para pemain pengganti tersebut. Pengalaman sebelumnya setelah dikalahkan Persebaya Surabaya empat gol tanpa balas belum lama ini, jadi catatannya. Keempat gol yang begitu mudah membobol gawang Maung Bandung terjadi saat tanpa Jufriyanto.

Saepuloh yang menjadi pengganti kalah cepat oleh para pemain depan Persebaya. Terutama striker Bajul Ijo, Amido Balde, yang punya kecepatan, sehingga mantan pemain Celtic tersebut leluasa menciptakan hattrick.

Hal lain yang layak jadi perhatian Robert adalah, berkaca pada pertemuan musim lalu, Persib menyerah 0-3 dari PSIS di Magelang. Yang menarik, musim lalu Persib juga tidak tampil dengan kekuatan penuh. Bedanya dalam line-up saat itu yang absen adalah dua pilar lini depan, Jonathan Bauman dan Febri Hariyadi.

Yang jelas saat ini Persib dan PSIS sama-sama sedang menuju kebangkitan. Sama halnya Persib, PSIS baru menuai kemenangan atas PSS Sleman 3-1 Rabu (17/7) lalu. Apalagi kemenangan tersebut diraih di luar kandang.

Kondisi tersebut jelas membuat tim asuhan Jafri Sastrak ini berpeluang besar kembali tampil garang di hadapan pendukung mereka. Jika Persib memiliki modal motivasi usai mengalahkan Kalteng Putra, PSIS sudah mengantongi dua modal yakni dua kemenangan di kandang lawan.
“Saya paham dengan kondisi PSIS. Saya melihat dalam tayangan televisi, mereka sangat tajam di lini depan. Tiga gol yang mereka buat jelas menunjukkan bahwa PSIS adalah lawan yang harus diperhitungkan. Melihat cara mereka menyerang, kami harus mencari cara untuk menghentikan lini depan PSIS,” kata Robert.

Pelatih asal Belanda itu pun menyoroti aksi para penyerang PSIS yang begitu agresif. Satu pemain yang jadi perhatiannya adalah penyerang Hari Nur Yulianto. “PSIS punya serangan tajam yang dimotori Hari, dan mereka kerja keras tanpa henti sepanjang permainan. Sehingga, seperti itulah hasil yang mereka dapatkan,” Robert menegaskan.

Ditambahkan mantan pelatih PSM Makassar itu, Supardi Nasir dan kawan-kawan jangan sampai kalah kecepatan dengan pemain PSIS. “Kalau kami bisa main dengan penuh kerja keras seperti mereka, saya yakin hasilnya akan lebih baik,” ujarnya.

Robert mengaku optimistis bisa mengadang sekaligus meredam permainan garang skuat Mahesa Jenar. Meskipun tanpa Jufriyanto dan Malisic, pelatih 64 tahun tersebut tidak khawatir karena dengan kehilangan dua pemain bukan berarti Persib krisis pemain.

“Tapi imbasnya nanti tim akan mengalami perubahan komposisi, taktik, dan strategi. Kami tidak diperkuat dua stoper, maka kami akan main dengan formasi baru. Pemain yang jadi pengganti pun sudah siap. Saya harap dengan jeda sehari setelah main kandang, akan memberi tenaga baru ketika kami main di Magelang,” ucapnya.

Kemenangan akan mengatrol posisi Persib atau PSIS lebih tinggi dalam klasemen Liga 1 2019. Persib kini berada di urutan ke-11 dengan nilai 10 dari 8 laga. PSIS berada di posisi kelima dengan nilai 14 dari 9 laga. PSIS bisa naik ke posisi kedua menggeser Bali United jika menang atas Persib, tetapi Bhayangkara FC gagal saat menjamu Persipura Jayapura.

(top)