Ketua KPU Cianjur Bukan Diberhentikan, Tapi….

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur Hilman Wahyudi

RADARCIANJUR.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Hilman Wahyudi membantah adanya persoalan yang ditujukan kepada dirinya terkait pencopotan jabatannya sebagai ketua KPU.

Menurut informasi sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberikan sanksi kepada lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Cianjur, termasuk sanksi yang diberikan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Hilman Wahyudi.

Hilman menjelaskan, bahwa adanya sanksi tersebut, pihaknya sebagai ketua KPU, bukan diberhentikan sebagai ketua, hanya saja sebagai ketua divisi logistik dan peralatan di KPU. Menurutnya, walaupun keputusan sanksi tersebut sudah ada dan telah final, sebetulnya itu bukan kesalahan dari lembaganya, akan tetapi bagi personalnya saja.

BACA JUGA : Lima Komisioner KPUD Cianjur Diganjar Sanksi

“Memang bukan KPU-nya yang bermasalah, tetapi ini hanya persoalan tentang logistik saja,” kata dia.

Menurutnya, secara teknis pada tugas di lapangan, tidak ada yang terganggu. Artinya terkait permasalahan komisioner, tidak semuanya diberhentikan, yang jelas hanya saja diperingatkan dengan jelas.

“Untuk kegiatan KPU seperti biasa saja dan tidak terganggu,” jelasnya.

Karena menurut Hilman, dalam jabatannya sebagai ketua, juga merangkap sebagai divisi logistik. Maklum saja, hampir di semua komisioner KPU itu merangkap jabatan.

“Komisioner yang lain pun sama saja. Ada yang merangkap juga di divisi lain,” kata Hilman.

Pada prinsipnya, ditegaskan Hilman, jabatan ketua KPU Cianjur itu tidak diberhentikan dari ketuanya, akan tetapi diberhentikan dari rangkap jabatannya sebagai komisioner divisi logistik.

“Itu hanya opini dari masyarakat saja. Dan silahkan aja kalau ada yang beropini semacam itu. Karena keputusannya pun sudah jelas, bukan dicopot sebagai ketua, tapi divisi lain,” jelas Hilman.

(dan)