Pemdes Sindangjaya Pasang 15 PJU di Titik Rawan Kejahatan

Pemerintah Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di 15 titik yang dianggap penting oleh warga desa. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Jalan yang gelap, acapkali menjadi lokasi rawan kejahatan maupun kecelakaan. Meminimalisir hal tersebut, Pemerintah Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di 15 titik yang dianggap penting oleh warga desa.

Pemdes sendiri sangat menyadari, jika jalan gelap, tindakan kriminalitas maupun kecelakaan akan rentan terjadi. Kondisi itu pula yang akan mempengaruhi aktivitas warga sekitar jika keluar saat malam hari. Dengan begitu di tahun 2019 ini, Pemerintah desa pun sepakat membangun PJU di beberapa titik jalan yang dilalui oleh warga.

Kepala Desa Sindangjaya, Eddy Efendi mengatakan, penerangan yang dibangun ini setidaknya bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Paling tidak pelaku kejahatan akan berpikir sebelum beraksi. Begitu juga dengan pengendara, akan lebih aman saat melintas di jalan,” kata Eddy.

Adapun beberapa lokasi yang telah dipasang PJU diantaranya berada di jalan utama yang menghubungkan beberapa dusun di Desa Sindangjaya, yakni Kampung Jolok, Kemang, dan Ciketug sebanyak 15 unit PJU yang telah dibangun.

“Dengan adanya PJU, diharapkan warga akan lebih nyaman dan merasa aman. Sehingga warga tak takut lagi jika keluar malam hari,” terangnya.

Dari 15 titik yang dipasang, anggaran yang dialokasikan pun tidak begitu besar. Yakni total senilai Rp 42 juta dari Dana Desa (DD) tahap satu 2019.

“Jadi untuk pengalokasian dana desa ini sebagian kami anggarkan untuk infrastruktur lain, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Eddy.

Dengan begitu ia berharap, setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa bisa dirasakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga. Karena anggaran yang ada pun, sebetulnya bukan sepenuhnya untuk desa, melainkan kembali lagi untuk kepentingan masyarakat.

“Desa hanya berupaya untuk mengalokasikan dana yang ada, dan ujung-ujungnya pun itu untuk kepentingan dan kesejahteraan warga desa sendiri,” pungkasnya.

(dan)