Misteri Pembunuhan Meli Alumni Cantik IPB, Sempat Bilang ‘Takut’ Naik Mobil Kosong

TERPUKUL: Kerabat serta tetangga Amelia Nurul Supandi (22) berdatangan di rumah almarhumah kemarin sore. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bendera kuning terpajang di Gang Mulus Tornado Jalan Prof Moch Yamin RT2/RW9 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Duka mendalam seakan dirasakan warga sekitar yang kehilangan sosok periang serta penuh sopan santun kepada siapapun. Ya, Amelia Ulfah Supandi (22). Gadis cantik yang sudah menempuh pendidikan D3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan menjadi kebanggaan keluarga dan juga tetangganya, kini harus pergi selama-lamanya.

Meli sapaannya. Pada saat sebelum kejadian, tepanya pada Sabtu (20/7), ia meminta izin kepada kedua orang tuanya Imas Masriah (40) dan Endang Supandi (52) untuk pergi ke Bogor menemui teman lamanya sesama lulusan IPB selama kuliah pada pukul 14:30 WIB.

Keberangkatan Meli tersebut tak hanya untuk temu kangen. Namun dirinya akan memberikan berkas yang belum lengkap untuk nantinya dititipkan ke temannya yang juga akan kuliah mengambil kelulusan S1 di universitas yang sama yakni Universitas Djuanda (Unida) Ciawi, Bogor.

Foto Amelia Nurul Supandi semasa hidup. Facebook

Siang itu, tak ada firasat yang dirasakan Endang. Putri cantinya memasak makan siang berupa telur dadar dan sambal. Bahkan, dirinya sempat berbincang-bincang mengenai keputusan Amel untuk kembali menempuh pendidikan S1. “Sebelum berangkat, masih masak buat saya dan sambil ngobrol-ngobrol juga. Kan waktu itu ibunya sedang ke Cibeber,” ujar Endang Supandi.

Lanjutnya, dirinya pun menyarankan Meli untuk melaksanakan salat ashar terlebih dahulu sebelum pergi. Tapi Amel lebih memilih untuk salat di Masjid Akbar, jalan Abdullah Bin Nuh Cianjur tak jauh dari bundaran Tugu Lampu Gentur.

Amel pun kala itu sempat bertanya mengenai pekerjaannya di PT Pou Yuen Indonesia (PYI) jika meneruskan pendidikannya. Namun anak pertama dari dua bersaudara ini sudah berniat meneruskan jenjang pendidikannya meski harus keluar dari pekerjaannya.

Sang ayah pun hanya memberikan saran, bahwa mencari pekerjaan itu sulit saat ini. Namun Meli tetap dengan pendiriannya. Sehingga Endang pun memberikan izin dan akan berupaya untuk biaya yang nantinya diperlukan.

Update terakhir Insta Story korban pembunuhan di Sukabumi.

Selepas kepergian putrinya ke Kota Hujan, Endang hanya mendapatkan kabar dari istrinya, Imas Masriah bahwa putrinya telah tiba di kontrakan teman dekatnya yang biasa disapa Ines. “Yang sering berkabar sama dia (Meli, red) itu ibunya. Kan teman-temannya sudah kami kenal dan kami sebagai orang tua sudah tau juga,” paparnya.

Tak hanya menghabiskan waktu di Bogor saja. Meli pun bercerita akan pergi melancong ke Jakarta bersama teman-temannya pada Minggu pagi (21/7). Rupanya hal tersebut pun diizinkan kedua orang tuanya. Pasalnya, sifat almarhumah yang selalu meminta restu itulah yang menjadikan orang tua percaya dan tak pernah melarang selama memberikan kabar serta terbuka.

Amel pun diketahui sempat membuat Insta Story saat berada di KRL menuju Jakarta. Setelah menghabiskan waktu di Jakarta. Meli mengabarkan kepada ibunya akan pulang setelah maghrib agar terhindar dari kemacetan sistem satu arah Jalur Puncak. Saat pukul 17:00 WIB, dirinya mendapatkan kabar bahwa Meli sudah tiba di Terminal Baranangsiang, Bogor yang diantar oleh teman-temannya dan sempat melakukan santap sore di salah satu warteg.

Ketika akan bertolak kembali pulang ke Cianjur. Teman-teman Meli sempat memberikan saran untuk kembali bermalam. Namun, dirinya menolak dikarenakan esok pagi (Senin, red) akan kembali bekerja. Tak hanya menawarkan untuk menginap, temannya pun menawarkan untuk diantar pulang.

Ajakan serta tawaran yang diberikan pun sia-sia. Meli tetap bersikukuh untuk pulang sendiri. Bahkan menyarankan temannya untuk pulang.

“Dia (Meli, red) Minggu sore sempat ngasih kabar sudah sampai Terminal Baranangsiang Bogor dan lagi makan. Bilang juga ditawarin nginep sama diantar, tapi disuruh pulang aja,” ungkapnya.

Kedua orang tua tak terlalu merasa khawatir, bahkan merasa aman. Pasalnya, semasa kuliah, Amel sudah sering melakukan pulang pergi Cianjur-Bogor.

Ibunda Imas mendapatkan kabar pada pukul 19.00 WIB, bahwa Meli sudah mendapatkan kendaraan umum menuju Ciawi yakni angkutan kota (angkot). Setelah dari Ciawi akan melanjutkan dengan kendaraan menuju Cianjur. Kabar terakhir melalui aplikasi pesan berkirim Whatsapp (WA). Meli mengatakan di angkot tersebut sepi dan merasa takut. “Sempat memberi kabar angkotnya kosong, itu aja WA ke saya,” paparnya.

Pada pukul 21.40 WIB. Imas mendapatkan kabar dari Amel, bahwa baterai ponsel Amel akan habis, sehingga menghentikan untuk melanjutkan berkirim pesan agar bisa mendapatkan kabar. Ketidakkhawatiran itu dirasa sudah biasa, Imas dan Endang merasa bahwa sang anak sudah biasa pulang hingga larut malam.

Namun. Hingga Senin (22/7) pukul 05:00 WIB tak ada kabar dari Amel. Imas pun berinisiatif untuk menghubungi teman-teman Amel. Kabar yang sama pun diterima oleh Imas, bahwa kabar terakhir diterima pukul 21:40 WIB. Bahkan bertanya guna memastikan Amel sudah tiba di rumah.

Senin pagi, keluarga pun berinisiatif untuk melakukan pelaporan ke Polres Cianjur. Berbagai upaya pun dilakukan keluarga. Mulai dari melacak Global Positioning System (GPS) ponsel korban melalui email. Hingga akhirnya titik terakhir ditemukan di Kampung Bungbulang Sala Eurih Rt03/Rw05 Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi.

Hingga Senin siang, keluarga mendapatkan kabar Amel sudah tiada. Mendapatkan kabar tersebut, kedua orang tua Amelia Nurul Supandi tak henti-hentinya menangis. Bahkan beberapa tetangga tak menyangka akan kehilangan gadis yang penuh sopan santun dan ramah terhadap siapapun.

Ayah korban, Endang Supandi pun berdoa untuk anaknya serta pelaku bisa cepat diberikan kesadaran dan menjadi orang baik. Di sisi lain, Wahyu Sutisna (57) mengungkapkan mengenai keseharian Amel yang penuh sopan santun kepada siapapun. “Anaknya solehah, baik, sopan santun dan pinter. Kita semua sama pelaku, ini anak baik malah jadi korban orang biadab,” kesalnya.

Kepala Unit IV Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Cianjur, Ipda Asep Sodikin menjelaskan, memang sebelumnya ada yang melaporkan mengenai kehilangan orang. Hingga akhirnya mendapatkan informasi dari Polsek Cibereum Sukabumi ditemukan jenazah yang datanya sama dengan orang yang dilaporkan hilang.

“Kita sebelumnya menerima laporan orang hilang atas nama Amelia Nurul Supandi, namun pada saat siang hari mendapatkan laporan dari Polsek Cibereum Sukabumi ada orang dengan alamat di Cianjur tewas di tepi sawah. Data yang diterima sama dengan orang hilang, lalu kami menghubungi keluarga,” ungkapnya.

(kim)