Segera Tangkap Pelaku Pembunuh Meli Alumni Cantik IPB

TERPUKUL: Kerabat serta tetangga Amelia Nurul Supandi (22) berdatangan di rumah almarhumah kemarin sore. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Peristiwa meninggalnya Amelia Ulfah Supandi (22), gadis asal Jalan Prof Moch Yamin Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur dinilai tragis. Betapa tidak, kemarin (22/7), gadis berkerudung itu ditemukan terkapar nyaris telanjang di Kampung Bungbulang Sala Eurih RT03/RW05 Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi.

Informasi yang didapat Radar Sukabumi (Grup Radar Cianjur), mayat tersebut awalnya ditemukan warga sekitar pukul 06:30 WIB saat hendak memanen padi di sawah. Kemudian, warga langsung melaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi setengah telanjang, dan pada tubuh jenazah ditemukan sejumlah luka lebam.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, pihaknya telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah bakal dilakukan otopsi karena diduga kematiannya tidak wajar.

“Sesuai perundang-undangan, apabila kematiannya tidak wajar kita akan lakukan otopsi. Jadi kami belum bisa menyebutkan apa yang menjadi faktor kematiannya,” bebernya kepada Radar Sukabumi, Senin (22/7).

Kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan atas temuan mayat tersebut, terutama pencarian informasi tentang identitas jenazah. “Kita lakukan pengembangan kasus temuan mayat ini, selanjutnya akan kami sampaikan kembali,” tutupnya.

Ditemui terpisah, paman korban, Gunalan membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah keponakannya. Ia menceritakan, Amelia pergi pada Sabtu (20/7) lalu, dengan tujuan untuk melakukan registrasi ke Institut Pertanian Bogor (IPB). “Betul itu keponakan saya. Amelia bertujuan ke IPB Bogor untuk registrasi melanjutkan S1,” sebutnya.

Gunalan juga mengakui, keponakannya itu terakhir menghubungi keluarga pada Minggu malam sebelum pukul 22:00 WIB. Setelah itu, telepon Amelia sudah tak bisa dihubungi kembali.

“Terakhir korban menghubungi dalam perjalanan mau pulang. Lost contact sejak tadi malam dalam perjalanan dari Bogor ke Cianjur,” ujarnya.

Pihak keluarga meminta, Polisi bisa segera mengungkap kasus pembunuhan ini dan mengganjar pelaku dengan hukuman seberat-beratnya. “Kami merasa sangat terpukul, semoga saja pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai apa yang mereka perbuat,” tandasnya.

(upi/radarsukabumi)