5 Fakta Terkait Pembunuhan Alumni Cantik IPB di Sukabumi

DUKA MENDALAM: Jenazah alumni D3 IPB, Amelia Ulfah Supandi disemayamkan di tempat pemakaman umum yang berlokasi tidak jauh dari rumah orang tuanya, kemarin siang. Semasa hidupnya, Amel dikenal sebagai sosok yang penyayang kepada keluarga serta baik dan ramah kepada tetangga.

RADARCIANJUR.com – Kasus pembunuhan gadis cantik Amelia Ulfah Supandi (22) alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Cianjur menjadi sorotan berbagai pihak.

Amelia tewas nyaris telanjang di pingir sawah Kampung Seula Erih, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi Senin (22/7).

Ada beberapa fakta-fakta soal kasus pembunuhan Amelia yang berhasil redaksi Radar Cianjur rangkum, berikut faktanya.

1. Awal Kejadian
Pada saat sebelum kejadian, tepanya pada Sabtu (20/7), Amelia meminta izin kepada kedua orang tuanya Imas Masriah (40) dan Endang Supandi (52) untuk pergi ke Bogor menemui teman lamanya sesama lulusan IPB selama kuliah pada pukul 14:30 WIB.

Tak hanya menghabiskan waktu di Bogor saja. Meli pun bercerita akan pergi melancong ke Jakarta bersama teman-temannya pada Minggu pagi (21/7). Rupanya hal tersebut pun diizinkan kedua orang tuanya. Pasalnya, sifat almarhumah yang selalu meminta restu itulah yang menjadikan orang tua percaya dan tak pernah melarang selama memberikan kabar serta terbuka.

Amel pun diketahui sempat membuat Insta Story saat berada di KRL menuju Jakarta. Setelah menghabiskan waktu di Jakarta. Meli mengabarkan kepada ibunya akan pulang setelah maghrib agar terhindar dari kemacetan sistem satu arah Jalur Puncak. Saat pukul 17:00 WIB, dirinya mendapatkan kabar bahwa Meli sudah tiba di Terminal Baranangsiang, Bogor yang diantar oleh teman-temannya dan sempat melakukan santap sore di salah satu warteg.

Update terakhir Insta Story korban pembunuhan di Sukabumi.

Ketika akan bertolak kembali pulang ke Cianjur. Teman-teman Meli sempat memberikan saran untuk kembali bermalam. Namun, dirinya menolak dikarenakan esok pagi (Senin, red) akan kembali bekerja. Tak hanya menawarkan untuk menginap, temannya pun menawarkan untuk diantar pulang.

Ajakan serta tawaran yang diberikan pun sia-sia. Meli tetap bersikukuh untuk pulang sendiri. Bahkan menyarankan temannya untuk pulang.

Kedua orang tua tak terlalu merasa khawatir, bahkan merasa aman. Pasalnya, semasa kuliah, Amel sudah sering melakukan pulang pergi Cianjur-Bogor.

2. Sempat Bilang Takut Naik Mobil Kosong
Ibunda Imas mendapatkan kabar pada pukul 19.00 WIB, bahwa Meli sudah mendapatkan kendaraan umum menuju Ciawi yakni angkutan kota (angkot). Setelah dari Ciawi akan melanjutkan dengan kendaraan menuju Cianjur. Kabar terakhir melalui aplikasi pesan berkirim Whatsapp (WA). Meli mengatakan di angkot tersebut sepi dan merasa takut. “Sempat memberi kabar angkotnya kosong, itu aja WA ke saya,” paparnya.

Pada pukul 21.40 WIB. Imas mendapatkan kabar dari Amel, bahwa baterai ponsel Amel akan habis, sehingga menghentikan untuk melanjutkan berkirim pesan agar bisa mendapatkan kabar. Ketidakkhawatiran itu dirasa sudah biasa, Imas dan Endang merasa bahwa sang anak sudah biasa pulang hingga larut malam.

Namun. Hingga Senin (22/7) pukul 05:00 WIB tak ada kabar dari Amel.Senin pagi, keluarga pun berinisiatif untuk melakukan pelaporan ke Polres Cianjur. Berbagai upaya pun dilakukan keluarga. Mulai dari melacak Global Positioning System (GPS) ponsel korban melalui email. Hingga akhirnya titik terakhir ditemukan di Kampung Bungbulang Sala Eurih Rt03/Rw05 Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi.

TERPUKUL: Kerabat serta tetangga Amelia Nurul Supandi (22) berdatangan di rumah almarhumah kemarin sore. FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

3. Hasil Autopsi
Hasil autopsi jenazah alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sudah keluar pada Senin (22/9) malam. Tidak ada tanda-tanda atau bekas senjata tajam namun ditemukan ada bercak darah di organ intim.

Dokter Spesialis Forensik RSUD Syamsudin SH, Nurul Aida Fatia mengatakan, terkait darah yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya belum bisa memastikan lebih jauh. Namun, bercak darah yang ditemukan itu terkesan seperti darah menstruasi. ”Di kemaluannya memang dari TKP juga ada darah. Kita coba tunggu hasil labnya,” ujarnya.

4. Kekerasan Tumpul jadi Salah Satu Penyebab Kematian Amelia
Selain bercak darah, penyebab Meli meninggal dunia akibat kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang hingga kekurangan oksigen. Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH, dr Wahyu Handriana menjelaskan, kekerasan tumpul merupakan kekerasan yang diakibatkan tanpa menggunakan media atau alat.

Ia mencontohkan, luka kekerasan tumpul bisa diakibatkan oleh tangan atau organ tubuh lainnya. ”Pada umumnya memang sangat jarang terjadi pendarahan presisi. Artinya, tidak ada robekan atau sobekan luka luar,” paparnya. “Terkesannya pada saat pemeriksaan itu korban kekurangan oksigen, akibat kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang,” ungkapnya.

DUKA MENDALAM: Jenazah alumni D3 IPB, Amelia Ulfah Supandi disemayamkan di tempat pemakaman umum yang berlokasi tidak jauh dari rumah orang tuanya, kemarin siang. Semasa hidupnya, Amel dikenal sebagai sosok yang penyayang kepada keluarga serta baik dan ramah kepada tetangga.

5. Polisi Terjunkan Dua Tim Khusus
Polres Sukabumi Kota menerjunkan dua tim untuk memburu pelaku pembunuhan terhadap Amelia Ulfah Supendi (22).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Rizaldi Satria mengungkapkan, pihaknya memastikan jasad yang ditemukan beberapa waktu lalu tersebut merupakan korban pembunuhan. Pihaknya menerjunkan dua tim untuk menangkap pelakunya.

“Kasus ini tentunya menjadi atensi kami. Ada dua tim yang diturunkan, Buser dan tim khusus untuk mencari pelaku pembunuhan terhadap Amelia ini,” terangnya (23/7).

(dep)