Hasil Autopsi, Jasad Meli Alumni Cantik IPB Penuh Luka Dalam

DUKA MENDALAM: Jenazah alumni D3 IPB, Amelia Ulfah Supandi disemayamkan di tempat pemakaman umum yang berlokasi tidak jauh dari rumah orang tuanya, kemarin siang. Semasa hidupnya, Amel dikenal sebagai sosok yang penyayang kepada keluarga serta baik dan ramah kepada tetangga.

RADARCIANJUR.com – Perlahan tapi pasti, misteri kematian Amelia Ulfah Supandi (22) mulai terkuak. Hasil autopsi jenazah alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sudah keluar pada Senin (22/9) malam. Tidak ada tanda-tanda atau bekas senjata tajam namun ditemukan ada bercak darah di organ intim.

Dokter Spesialis Forensik RSUD Syamsudin SH, Nurul Aida Fatia mengatakan, terkait darah yang ada di tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya belum bisa memastikan lebih jauh. Namun, bercak darah yang ditemukan itu terkesan seperti darah menstruasi. ”Di kemaluannya memang dari TKP juga ada darah. Kita coba tunggu hasil labnya,” ujarnya, kemarin.

Hasil laboratorium, lanjutnya, dapat dilihat dalam durasi waktu 2×24 jam atau paling lama hari ini, Rabu (24/7). Secara teknis, pihaknya mengirim apusan liang kemaluan ke laboratorium. ”Untuk diketahui, apakah darahnya itu darah menstruasi atau bukan. Dan ada atau tidaknya kecurigaan persetubuhan,” tuturnya.

Selain bercak darah, penyebab Meli meninggal dunia akibat kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang hingga kekurangan oksigen. Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH, dr Wahyu Handriana menjelaskan, kekerasan tumpul merupakan kekerasan yang diakibatkan tanpa menggunakan media atau alat.

Ia mencontohkan, luka kekerasan tumpul bisa diakibatkan oleh tangan atau organ tubuh lainnya. ”Pada umumnya memang sangat jarang terjadi pendarahan presisi. Artinya, tidak ada robekan atau sobekan luka luar,” paparnya. “Terkesannya pada saat pemeriksaan itu korban kekurangan oksigen, akibat kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang,” ungkapnya.

Wahyu menyebut, dari pemeriksaan luar ditemukan luka-luka, terutama di area wajah. Ada memar dan beberapa luka lecet, terutama di wajah, tapi ada juga yang di lengan. “Kalau memar dan luka lecet akibat kekerasan tumpul. Bukan akibat benda tumpul, tapi kekerasan tumpul di sekitar wajah dan ada juga di lengan. Sementara bekas senjata tajam tidak ada,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, waktu meninggalnya korban diperkirakan 12 hingga 18 jam terhitung mundur sejak pemeriksaan pertama, bukan dari waktu penemuan pertama korban. “Kalau pemeriksaan pertama saya tadi, perkiraan meninggalnya korban itu diperkirakan antara 12-18 jam,” pungkasnya.

(yaz)