Harga Cabai di Cianjur Naik Hingga 100 Persen

RADARCIANJUR.com -Harga cabai di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan hingga 100 persen. Bahkan sejak dua pekan terakhir, jenis tanaman pedas ini tak tertahankan. Harganya menembus Rp85 ribu, dari harga semula Rp40 ribu.

Kenaikan tersebut ditengarai karena faktor tingginya permintaan, serta cuaca saat musim kemarau. Sehingga pasokan dari petani pun jadi berkurang.

Seorang pedagang sayur-sayuran di Pasar Cipanas, Siti (57) mengatakan, harga cabai khususnya beberapa minggu ini terus mengalami kenaikan. Kemungkinannya karena faktor kurang ketersediaan komoditi tersebut, akibat cuaca kemarau.

“Mungkin karena sekarang cuacanya kurang baik buat tanam cabai-cabaian, menjadi dampak harganya itu naik,” kata Siti.

Harga jual khususnya jenis cabai rawit merah ia hargai dari semula Rp50 ribu perkilogram, kini mencapai Rp80 ribu hingga Rp85 ribu perkilogram. Ditambah cabe rawit tanjung dari harga Rp40 ribu, kini bisa menjual Rp70 ribu perkilogram.

“Kenaikannya itu bertahap. Sejak dari dua Minggu lalu,” ujarnya.

Menurut Siti, harga yang terjadi juga cukup berdampak kepada daya beli masyarakat. Terlebih, kepada para pembeli seperti tukang bakso, rumah makan, tukang seblak, dan para pedagang lain yang jelas-jelas menggunakan bahan baku cabai.

“Setiap harinya kan mereka mesti ada cabai. Mau tidak mau, walaupun harga naik, pasti mereka beli,” kata Siti.

Terpisah, seorang pedagang warung nasi di Jalan Raya Cipanas, Amang Saepudin (60) mengaku ada sekitar 20 hingga 30 persen penurunan laba dari hari-hari biasanya. Semula, laba yang diraup itu bisa mencapai 50 persen perhari dari modal. Namun kini, paling mencapai 20 persen perhari dari modal.

“Walaupun harga cabai kini Rp80 ribu per kilogram, namun tetep saya beli. Kalau tidak, sambel yang disediakan bagi konsumen gimana,” ujarnya.

Ia menuturkan, mulai adanya kenaikan harga cabai sudah dari dua pekan lebih. Bahkan karena faktor tersebut, tidak jarang dirinya membeli cabai di pasar, menjadi berkurang. Lebih lanjut Amang mengatakan, cabai yang ia butuhkan perhari biasanya mencapai dua kilogram, namun sekarang hanya membeli satu kilogram saja.

“Harapan saya, harga cabai minta diturunkan kembali. Walau bagaimanapun cabai itu menjadi salah satu faktor penting di warung nasi. Apalagi saya kan jual lotek dan rujak juga, itu kan pasti pakai cabai,” kata Amang.

Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan dari Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur, harga cabai merah tanjung saat ini di pasar induk Cianjur mencapai Rp80 ribu perkilogram, sedangkan cabai rawit merah dihargai Rp 70 ribu perkilogram.

Kemudian harga cabai tanjung di pasar muka Cianjur mencapai Rp85 ribu perkilogram. Sedangkan cabai rawit merah dihargai Rp70 ribu perkilogram.

“Kalau dari data yang diperoleh, di pasar Cipanas itu menjual cabai tanjung Rp70 ribu perkilogram. Sedangkan cabai rawit merah domba dihargai Rp80 ribu perkilogram,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Cianjur, Yana Muhammad Kamaludin saat dikonfirmasi, Rabu (24/7).

Musim kemarau seperti saat ini, menurut Yana, sangat berpengaruh terhadap produksi hasil panen cabe saat ini. Kendati demikian, pihaknya memastikan pasokan cabe di Cianjur bisa terkendali.

“Kalau dari pantauan di pasar Cianjur sendiri, pasokan cabe merah Alhamdulillah aman. Mudah-mudahan saja tetap baik,” kata Yana.

Menurutnya, harga cabe di beberapa pasar Cianjur ini terlihat masih stabil. Walaupun ada beberapa pasar di wilayah Cianjur selatan yang menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

“Kalau di selatan mahal, itu kan karena adanya biaya transportasi yang dibebankan ke harga. Kita tidak bisa intevensi kepada para pedagang, karena harga ini ditentukan oleh pasar di wilayahnya masing-masing,” kata Yana.

Adapun upaya yang dilakukan oleh Disperindag Cianjur ialah tetap mengawasi distribusi pasokan mulai dari hulu hingga ke hilir. Artinya setiap kegiatan terkait pendistribusian baik sayuran maupun yang lainnya juga tetap dipantau. Sehingga ketersediaan pangan bisa tetap terjaga.

“Untuk pasokan cabe sendiri perharinya mungkin bisa beberapa ton. Hanya data lebih jelasnya, bisa ditanyakan ke Dinas pertanian,” tukasnya.

(dan)