70 Persen Calhaj Jabar Beresiko Tinggi

RADARCIANJUR.com – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat mencatat sebanyak 70 persen jemaah calon haji di wilayahnya masuk kategori resiko tinggi. Selain faktor usia, indikator lainnya adalah riwayat penyakit jemaah.

Ketua Panitia Bidang Kesehatan PPIH Jawa Barat, Yani Dwiyuli mengatakan, berdasarkan ketetapan dari Kementerian Kesehatan, jemaah yang masuk kategori resiko tinggi berusia 65 tahun ke atas, sedangkan ketetapan dari Kementerian Agama yaitu usia 75 tahun ke atas. “Di luar itu, jemaah yang memiliki riwayat penyakit,” katanya di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi di Jalan Kemakmuran, Kota Bekasi, kemarin.

Sampai dengan kelompok terbang 54 dari 97, sudah tiga calon jemaah haji asal Jawa Barat beresiko tinggi meninggal dunia. Ketiganya adalah Ahmad Suparman asal Kabupaten Bogor, Ahmad Dimyati dari Kabupaten Subang yang meninggal di Arab Saudi, dan terakhir Supardjo asal Kabupaten Indramayu meninggal di dalam pesawat.

Padahal, sebelum berangkat kondisi kesehatannya dinyatakan tak ada masalah, baik ketika pemeriksaan medis di daerah sampai dengan asrama haji. Sehingga, petugas medis menyatakan mereka layak berangkat. “Selain sudah takdir, memang mereka memiliki riwayat penyakit,” ujarnya.

Dia menuturkan, calon jemaah haji masuk kategori resiko tinggi ini selama menjalani ibadah akan dipantau kondisi kesehatannya baik selama di perjalanan menuju Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia. Ada pendampingan orang, alat atau obat, itu syarat yang ditetapkan.

Menurut dia, jemaah haji masuk kategori risti memiliki identitas khusus. Pada Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH), ucap dia, tertera strip oranye, sehingga memudahkan pengawasan petugas. Kartu ini diberikan saat jemaah melakukan pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji sebelum terbang ke Arab Saudi. “Untuk jemaah haji yang tidak masuk kategori risti warna kartunya putih,” tutup Yani.

(mer)