BPJS Kesehatan Manfaatkan SCF, Operasional Tiga RS Pemda Berjalan Lancar

RADARCIANJUR.com – Sejak awal diimplementasikan, BPJS Kesehatan menggandeng berbagai mitra perbankan dengan mengembangkan produk dan fitur perbankan sebagai bagian dari pelayanan publik.

Produk dan fitur perbankan ini terus berkembang pesat, termasuk salah satu program bernama ‘Supply Chain Financing (SCF)’ yang bisa dimanfaatkan fasilitas kesehatan (faskes) untuk pembiayaan pelayanan kesehatan.

Program SCF bagi mitra faskes BPJS Kesehatan merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

Program SCF nyatanya telah dimanfaatkan oleh banyak rumah sakit bukan hanya rumah sakit swasta tapi juga rumah sakit umum daerah (RSUD). Ada tiga RSUD di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi yaitu RSUD Sayang Cianjur, RSUD Cimacan Cipanas, Cianjur dan RSUD Pelabuhan Ratu, yang turut merasakan manfaat menggunakan SCF.

“Kami sudah memanfaatkan SCF, Alhamdulillah Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati sangat mendukung dan menerbitkan regulasi berupa Peraturan Bupati, yang memperkuat kami untuk memanfaatkan SCF. Setelah mendapatkan izin dari Bupati, Dewan Pengawas Rumah Sakit, kami mulai menyeleksi mitra perbankan dan menelaah mana bank yang memberikan benefit lebih kepada kami,” ujar Wakil Direktur Keuangan dan Umum, RSUD Sayang Cianjur Yusman Faisal.

Yusman mengungkapkan, RSUD Sayang Cianjur dalam hal pengelolaan operasional sudah melakukan penghematan mulai dari mengkaji ulang unit cost dan belanja operasional sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Ditambah dengan menggunakan skema SCF dapat lebih membantu memperlancar operasional dan cashflow rumah sakit.

“RSUD Sayang Cianjur sudah tiga kali menggunakan SCF sejak Mei 2019. Pembayaran pada pihak ketiga misalnya pabrikan obat lancar, pembayaran jasa medik juga lancar, itu yang terbesar dan terpenting. Kami berpesan kepada manajemen rumah sakit lain, bahwa jika memang tidak memiliki cadangan finansial, bisa menggunakan skema SCF adalah alternatif pembiayaan yang rasional dan terbukti membantu operasional rumah sakit,” tambah Yusman.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Direktur RSUD Pelabuhan Ratu Sukabumi, Asep Rustandi. Menurutnya alternatif pembiayaan melalui SCF dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesinambungan operasional rumah sakit. RSUD Pelabuhan Ratu sendiri sudah menggunakan SCF sebanyak tiga kali sejak pertengahan tahun 2018. Rumah sakit ini juga didukung oleh Pemerintah Daerah setempat dengan menerbitan Peraturan Bupati Sukabumi.

“Jangan ragu untuk mencoba menggunakan SCF, namun juga tetap dilakukan pengawasan, pencatatan yang baik, sehingga akan berdampak positif bagi rumah sakit dan tetap dapat memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Kita juga tidak bisa pungkiri, program JKN-KIS merupakan program yang sangat luar biasa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan harus didukung. Saat ini tidak ada cerita orang sakit jual tanah, jual rumah atau sawah karena keberadaan program JKN-KIS,” kata Asep.

Dari berbagai pengalaman rumah sakit di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi yang menggunakan program SCF, RSUD Cimacan Cipanas, Cianjur juga tertarik untuk menggunakan skema ini. Direktur RSUD Cimacan Cipanas, Cianjur, Darmawan, berterimakasih kepada BPJS Kesehatan telah memfasilitasi kerjasama dengan perbankan untuk model pembiayaan SCF. Menurutnya ini solusi yang bisa ditawarkan kepada rumah sakit sambil menunggu proses pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan.

“Fakta bahwa dengan kehadiran Program JKN-KIS fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit daerah jadi hidup mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Tantangan dalam pengelolaan memang tidak bisa kita hindari, namun kami pastikan bahwa di tengah tantangan tentangan tersebut, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada penurunan kualitas layanan, itu hoaks,” kata Darmawan.

RSUD Cimacan sendiri saat ini sedang melakukan proses pengajukan SCF ke salah satu mitra perbankan. Darmawan berpesan agar ke depan informasi terkait pembayaran klaim dapat disampaikan dengan cepat, sehingga rumah sakit dapat bersiap menyiapkan strategi perencanaan menghadapi kondisi kesinambungan operasional rumah sakit.

“Kami siap mendukung, komunikasi yang intensif antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan harus terus dibangun dan terbuka, agar kami dapat menyiapkan diri dan membantu merencanakan strategi agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus berjalan di tengah berbagai tantangan pengelolaan Program JKN-KIS yang dihadapi,” kata Darmawan.

(ars)