Hasil Lab Kasus Pembunuhan Amelia Maksimal 15 Hari

Foto Amelia Ulfah Supandi semasa hidup. Facebook

RADARCIANJUR.com – Apusan darah yang ada di organ vital jenazah Amelia Ulfah Supandi (22) masih menjadi teka-teki. Tiga hari sudah berjalan pasca autopsi di RSUD Syamsudin SH pada Senin (22/7). Untuk mengetahui apusan darah yang ada di tubuh jenazah alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu membutuhkan waktu maksimal 15 hari.

Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Informasi RSUD R Syamsudin SH, dr Wahyu Handriana mengatakan, hasil autopsi menyatakan, penyebab meninggalnya warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur itu akibat benda tumpul. Terkait bercak darah, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium. “Masih kita tunggu sampai sekarang (kemarin, red). Semoga bisa cepat ya, maksimalnya memang 15 hari,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya, Tidak ada tanda-tanda atau bekas senjata tajam namun ditemukan ada bercak darah di organ intim. Bercak darah yang ditemukan itu terkesan seperti darah menstruasi. “Di kemaluannya memang dari TKP juga ada darah. Kita coba tunggu hasil labnya,” tutur Dokter Spesialis Forensik RSUD Syamsudin SH, Nurul Aida Fatia.

Hasil laboratorium, lanjutnya, dapat dilihat dalam durasi waktu 2×24 jam. Secara teknis, pihaknya mengirim apusan liang kemaluan ke laboratorium. “Untuk diketahui, apakah darahnya itu darah menstruasi atau bukan. Dan ada atau tidaknya kecurigaan persetubuhan,” paparrnya.

Selain bercak darah, penyebab Amel meninggal dunia akibat kekerasan tumpul yang ada di wajah dan sekitar rahang hingga kekurangan oksigen. Luka kekerasan tumpul bisa diakibatkan oleh tangan atau organ tubuh lainnya. “Pada umumnya memang sangat jarang terjadi pendarahan presisi. Artinya, tidak ada robekan atau sobekan luka luar,” paparnya.

Amelia ditemukan dalam kondisi setengah tak berbusana di tepi sawah Kampung Sarasa, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi pada Senin (22/7) pagi.

(yaz)