Puskesmas Cipanas Rangkul Desa

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Puskesmas Cipanas tingkatkan kerjasama lintas sektoral terutama pelibatan desa. Tujuanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bentuk kerjasama itu lewat kegiatan rutin per tiga bulan sekali untuk mewujudkan keberhasilan implementasi Germas, dengan mengajak pemerintah desa se-Kecamatan Cipanas serta Muspika kecamatan, Kamis (25/7).

Penanggung jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Kecamatan Cipanas, Rubi G Purnama mengatakan, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukanlah tanggungjawab sepenuhnya kepada instansi kesehatan saja, puskesmas atau rumah sakit, tapi tanggung jawab bersama secara kolektif semua elemen.

“Karena semua hal tidak akan berjalan jika semua unsur tidak saling berjalan beriringan,” ujarnya.

Masalah kesehatan di wilayah Cipanas khususnya begitu kompleks, menurut Rubi, baik dari sistem penerapannya maupun dari pola hidup masyarakat itu sendiri.

Namun gaya hidup masyarakat inilah yang sangat serius disoroti. Akan menjadi percuma jika pemerintah, instansi kesehatan menjalankan sistem dan program kesehatan yang profesional dan bermutu tanpa diimbangi respon dari masyarakat itu sendiri sebagai pelaku dan obyek untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

“Jadi dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan baik pemerintah kecamatan, desa hingga ke kadernya bisa sama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan,” kata Rubi.

Menurutnya, karena desa memiliki anggaran, dana yang cukup melimpah di beberapa sektor, maka upaya dalam meningkatkan kesehatan di seluruh wilayah bahkan daerah terpencil sekalipun bisa dialokasikan. Contoh kecilnya, lanjut Rubi ialah, dengan membangun sanitasi air bersih atau jamban yang sehat. Ketika misalnya di suatu daerah sanitasinya kurang sehat, Pemdes bisa membangunnya untuk kebutuhan warga.

“Minimal sarana prasarana bagi warga terkait kesehatan, bisa dilengkapi oleh pihak desa. Jadi kita sama-sama berkesinambungan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sejauh ini masih ada yang kurang dalam akses sanitasi di daerah. Sekitar 70 persen akses sanitasi di wilayah Cipanas ini dinilai telah layak. Hanya saja untuk 30 persen sisanya masih belum terjangkau dengan baik. Maka dari itu, pihak puskesmas sangat berharap, adanya kegiatan ini pemerintah desa bisa sangat mendukung program jamban sehat dan layak bagi warganya.

“Kerjasamanya nanti, antara puskesmas dan desa bisa dengan cara membuat peraturan desa atau surat keputusan kepala desa. Nah didalamnya itu bisa adanya semacam sanksi bagi warga yang membuang kotoran ke selokan-selokan yang terbuka,” tuturnya.

Pihak puskesmas sangat berharap, pemerintah desa bisa ikut terlibat banyak dalam membantu program kesehatan di lapangan. Diantaranya sanitasi, status gizi anak, tidak ada lagi angka kasus ibu bayi meninggal, stunting, tidak lagi yang membuang kotoran ke selokan, dan tidak ada lagi kasus penyakit menular seperti demam berdarah.

“Itu dengan bantuan kader desa dan bidan desa setempat bisa sama-sama mengatasi permasalah tersebut sehingga bisa terminimalisir,” pungkasnya.

(dan)