Si Melon Meledak, Dua Warga Palasari Alami Luka Bakar

MELEDAK: Seorang warga tetangga korban menunjukkan tempat kejadian. FOTO:DADAN SUHERMAN/RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Warga digegerkan ledakan yang terjadi di rumah Ukat (57) di Kampung Padarincang Kuda RT 05 RW 06, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas. Warga sempat menduga ledakan yang menjebol atap bangunan itu berasal dari suara gemuruh kapal, namun ternyata akibat gas elpiji tiga kilogram bocor.

Selain merusak bangunan rumahnya, Ukat dan anaknya Supendi (34) mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut. Kedua korban pun harus mendapatkan perawatan di IGD RSUD Cimacan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cianjur, ledakan ini terjadi pada Rabu (24/7) sekira pukul 17.00 WIB. Sejumlah warga sempat kebingungan untuk membantu penanganan korban di dalam rumahnya, karena pintu rumah korban yang sempat terkunci.

Ketua RT setempat, Yusuf (45) mengungkapkan, kejadian bermula begitu cepat. Berdasarkan pengakuan korban, ledakan tersebut terjadi saat pemilik rumah ingin memasang gas tiga kilo di dapurnya, tetapi karena diduga ada kebocoran yang terus berbunyi, kemudian gas tersebut dibawanya ke dekat kamar mandi, yang hampir berdekatan dengan tungku kompor sekitar dua meter.

“Mungkin karena ada sambaran dari gas yang bocor itu dengan tungku api, jadi sampai meledak,” kata Yusuf saat ditemui di Desa Palasari, Kamis (25/7).

Kedua korban yang juga imam masjid Riyadul Sholihin di kampung setempat, kali ini tengah di rawat di ruang khusus RSUD Cimacan. Diketahui keduanya mengalami luka bakar sekitar 60 persen.

“Pada saat saya menjenguk ke rumah sakit, Kamis (25/7) itu masih berbaring dan yang satu orang bahkan belum siuman,” ungkapnya.

Kondisi rumah saat ini, dikatakan Yusuf memang tidak begitu parah, hanya saja kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

“Kami hanya bisa berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Supaya bisa memberikan bantuan kepada pihak korban,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Palasari, Jaya Wijaya mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung bersama perangkat desa ke lokasi kejadian. Dan melakukan pendataan, guna membantu penanganan para korban yang kini tengah dirawat.

“Kami Pemdes berupaya keras dalam menangani biaya perawatan para korban di rumah sakit. Yang kemudian membuat surat pengaduan ke BPJS, karena kondisi korban yang kurang mampu,” kata Jaya.

Selain itu, Pemdes pun berupaya berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, agar biaya perawatan kedua korban tidak begitu besar. Karena memang diketahui biaya perharinya itu cukup besar.

“Yang penting para korban bisa ditangani baik, sehingga bisa cepat pulih kembali. Untuk masalah kerugian materil rumah, nanti kita berusaha ke pihak terkait lainnya, supaya ada penanganan bantuan itu,” tukasnya.

(dan)