85,14 Persen Warga Cianjur Jadi Peserta BPJS

MOU: Plt Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman (kanan) memperlihatkan surat perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Pemda Kabupaten Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Pemda Kabupaten Cianjur berkomitmen untuk mendukung Program JKN-KIS menuju Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2019.

Kepesertaan di Kabupaten Cianjur sampai dengan bulan Juni 2019 telah mencapai 1.926.807 jiwa dari 2.263.201 penduduk atau sebesar 85,14 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur, dengan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PBI APBD) mencapai 144.785 jiwa.

Hal ini pun yang menjadi salah satu agenda utama BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi bersama Pemda Kabupaten Cianjur untuk mewujudkan UHC Wilayah Kabupaten Cianjur pada Tahun 2019.

Setelah melalui rangkaian diskusi dan pertemuan berkesinambungan membahas pencapaian UHC tersebut, akhirnya mencapai kesepakatan untuk menambah peserta PBI APBD sebanyak 50.791 jiwa di Tahun 2019, sehingga total jumlah peserta PBI APBD Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 195.576 jiwa, dan secara keseluruhan menambah pencapaian peserta menjadi 87,38 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Cianjur.

Kesepakatan ini tertuang dalam Addendum Perjanjian Kerjasama Integrasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Cianjur Tahun 2019 yang ditandatangani oleh Pemda Kabupaten Cianjur dan BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, bertempat di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat (26/7) kemarin.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, dari 11 lembaga pemerintah yang diinstruksikan Presiden langsung untuk mendukung tercapainya tujuan ini adalah Pemimpin Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini wali kota dan bupati yang berkewajiban memastikan seluruh penduduknya terdaftar dalam Program JKN.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur selalu mengupayakan perluasan cakupan kepesertaan JKN-KIS dan terwujudnya UHC di Kabupaten Cianjur,” kata plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi Yasmine Ramadhana Harahap mengatakan, bahwa integrasi Jamkesda merupakan sinergi penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemda dengan skema JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Ini adalah bentuk dukungan Pemda terhadap keberlangsungan program JKN-KIS demi mencapai cakupan semesta atau UHC sangatlah strategis,” kata Yasmine.

Yasmine menuturkan, dengan penambahan cakupan kepesertaan PBI APBD saat ini, maka untuk mencapai UHC minimal 95 persen penduduk kabupaten Cianjur sudah menjadi peserta JKN-KIS, tersisa sekitar 8.02 persen lagi atau sebanyak 172.443 jiwa.

Dengan Komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder, Kabupaten Cianjur optimis dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC) pada Tahun 2019.(dil)