FKIP Unsur Gelar Seminar, Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi Revolusi Industri 4.0

KEBERSAMAAN: Para Guru di Pondok Pesantren Mandiri Bersemi Cinjur serta para dosen dan mahasiswa FKIP Unsur foto bersama usai acara.

RADARCIANJUR.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryakancana menggelar Seminar dan ‘Evaluasi Program Pengabdian Pada Masyarakat’.

Kegiatan seminar yang diikuti para dosen dan mahasiswa dari program studi pendidikan bahasa Inggris dan Matematika FKIP Unsur tersebut berupa pelatihan media ajar digital di lingkungan Pondok Pesantren Mandiri Bersemi Cinjur, yang merupakan rangkaian kegiatan hibah pengabdian pada masyarakat Ristekdikti.

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unsur, Nia Kurniawati mengatakan, kegiatan ini didorong oleh kenyataan bahwa wajah pendidikan telah mengalami banyak perubahan seiring dengan perkembangan teknologi. Media ajar, model pembelajaran, hingga profil guru dan siswa di era yang kini dikenal sebagai era revolusi industri 4.0, yang jauh berbeda dengan era-era sebelumnya dan semua itu tidak lepas dari pengaruh teknologi yang seakan telah menjadi nafas kehidupan manusia saat ini.

“Akibat dari revolusi industri ini adalah munculnya reformasi dalam Pendidikan, yakni penggunanaan teknologi informasi dan komunikasi,” katanya.

Ia memaparkan, revolusi industri 4.0 menuntut perubahan yang amat cepat dan signifikan di berbagai bidang termasuk pendidikan. Para guru tanpa menghiraukan dari generasi mana mereka berasal baik itu generasi baby boomers, generasi X, atau generasi Y harus mampu mengikuti arus shifting atau mereka akan tertinggal dan menyerahkan posisinya pada guru yang lebih mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat ini, dengan kata lain, change or die.

Namun sayangnya banyak guru yang belum siap menghadapi dan beradaptasi dengan tantangan revolusi industri ini. Mereka masih banyak yang menggunakan model pembelajaran tradisional. Model pembelajaran 4.0 itu sendiri adalah pembelajaran yang tidak semata-mata melibatkan teknologi di dalamnya. Tapi lebih pada mengubah paradigma bahwa siswa bukanlah objek pasif yang harus mampu menggunakan dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

“Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana sebagai lembaga yang fokus terhadap dunia pendidikan tentunya merasa terpanggil untuk berkontribusi pada perbaikan kualitas guru, sehingga beberapa dosen dari FKIP Unsur berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pelatihan media ajar digital di pondok pesantren Mandiri Bersemi untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan revolusi indutri 4.0.” ujarnya.

Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsur, Rani Sugiharni menambahkan, beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan ini berupa aplikasi yang dapat diintegrasikan pada pengajaran di kelas, seperti Powtoon, Kahoot, Padlet, Barcode Generator, Google Classroom, dan Canva.

“Para guru yang terdiri dari 40 guru berbagai bidang studi mengikuti kegiatan ini, dengan antusias,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Mandiri Bersemi, Hilman Mawardi menuturkan, bahwa pelatihan media ajar terutama media ajar digital masih sangat jarang dilakukan, sehingga kegiatan pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi guru di lingkungan pondok pesantren Mandiri Bersemi, terutama dalam penguasaan teknologi informasi sebagai media ajar di kelas.

“Tentunya dengan terselenggaranya kegiatan ini, para guru pun sangat antusias dan merasakan manfaat dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, dan mengharapkan kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(ars)