Jangan Asal Beli, Cek di Sini Ciri-ciri Hewan Kurban Berpenyakit

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Dinas Perikanan, Kelautan Dan Peternakan Kabupaten Cianjur mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam membeli hewan kurban. Harus dipastikan hewan kurban, seperti sapi, kambing atau domba yang dibeli terbebas dari segala penyakit.

Dokter hewan Dinas Perikanan, Kelautan Dan Peternakan Kabupaten Cianjur, drh Kharisudin mengatakan, ada tiga jenis penyakit yang umumnya menyerang hewan ternak. Yaitu antraks, rabies dan cacing hati. Namun untuk di Kabupaten Cianjur selama ini baru ditemukan penyakit cacing hati pada hewan kurban.

“Pada musim kurban tahun lalu kami menemukan hewan kurban mengidap penyakit cacing hati di wilayah Cipanas, namun untuk penyakit antrak dan rabies di Kabupaten Cianjur Cianjur belum ditemukan,” katanya, Senin (29/7).

Menurutnya, penyakit cacing hati yang sering ditemukan pada hewan kurban karena cacing pipih yang bersarang di hati hewan. Ciri-ciri hewan yang mengidap cacing hati adalah tubuh kurus. Sesudah disembelih, hati dari hewan itu biasanya berwarna pucat dan bagian yang menjadi sarang cacing hati akan mengeras karena terjadi pengapuran.

“Jika demikian, disarankan untuk tidak mengonsumsi hati hewan kurban tersebut,” katanya.

Menurut Kharisudin, meski kewaspadaan ditingkatkan, namun hingga saat ini belum ada yang melaporkan temuan penyakit dan semua hewan masih dalam kondisi sehat.

“Masyarakat juga harus berhati-hati, biasanya hewan yang mengidap penyakit cacing hati adalah hewan yang digembala, dan itu biasanya banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” katanya.

Ia mengatakan, meski pemeriksaan hewan rutin dilaksanakan, namun menjelang Iduladha, ada prioritas karena bertambahnya jumlah hewan yang akan dikonsumsi oleh warga.

“Selama ini kami rutin melaksanakan pemeriksaan di pasar hewan, kali ini kami melakukan apel siaga mengirim petugas ke lapangan,” ujarnya

Ia mengatakan petugas terbagi dalam empat wilayah, jika ada temuan di lapangan ada hewan yang dijual di luar tempat maka Dinas Peternakan menunggu rekomendasi dari Satpol PP.

“Ketika ada yang berjualan di protokol, Dinas Peternakan hanya memastikan ternak dalam kondisi sehat,” katanya.

(dil)